KOTA JANTHO (Waspada.id): Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Aceh Besar yang berlangsung di The Pade Hotel, Lampeunerut, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Selasa (14/4/2026).
Kehadiran Bupati Aceh Besar dalam forum konsolidasi politik tersebut menjadi penegas pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan partai politik dalam mendorong percepatan pembangunan di Aceh Besar.
Acara Muscab PKB itu turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya para ketua partai politik di Aceh Besar, ulama, tokoh masyarakat, anggota DPR Aceh dan DPRK Aceh Besar dari Fraksi PKB, serta unsur Forkopimda Aceh Besar.

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Besar yang akrab disapa Syech Muharram menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Muscab PKB Aceh Besar sebagai bagian dari proses konsolidasi internal partai.
“Kami mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Muscab PKB Aceh Besar pada hari ini. Ini momentum penting untuk memperbaharui kepengurusan agar tetap solid dan kompak,” ujarnya.
Syech Muharram menegaskan bahwa dinamika internal partai merupakan hal yang wajar, terutama pasca kontestasi politik. Namun, melalui musyawarah dan konsolidasi, hubungan yang sempat renggang dapat diperbaiki demi kepentingan bersama.
“Selain menghadapi kompetisi antar partai, dinamika di internal juga harus dikelola dengan baik. Muscab ini menjadi ruang memperkuat kembali kebersamaan para pengurus dan kader partai,” tambahnya.
Bupati juga menilai PKB selama ini telah menunjukkan sinergitas yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, terutama dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah yang digagasnya.
“Saya melihat PKB di Aceh Besar sangat bersinergi dengan pemerintah daerah. Setelah kami dilantik jadi Bupati, PKB langsung berkolaborasi dengan kepemimpinan di Aceh Besar,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menegaskan komitmennya untuk terus memacu pembangunan daerah melalui visi Aceh Besar yang bermarwah dan bermartabat, adil, makmur, sejahtera, serta berlandaskan syariat Islam dalam bingkai Ahlussunnah Waljamaah.
Syech Muharram Idris juga memaparkan fokus pembangunan ekonomi dalam masa kepemimpinannya yang diarahkan pada lima sektor unggulan, yakni pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan UMKM.
“Saya membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk dari PKB, untuk mewujudkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat Aceh Besar,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Aceh, H. Ruslan Muhammad Daud, menyampaikan komitmen partainya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan, termasuk melalui optimalisasi program yang bersumber dari APBN.
“Insyaallah, kami bersama Bupati Aceh Besar akan terus mendorong program-program pembangunan di Aceh Besar, termasuk memanfaatkan peluang pendanaan dari pusat,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa HRD itu juga menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan ulama dan dayah sebagai basis utama PKB, sekaligus memastikan aspirasi mereka tetap menjadi prioritas dalam kebijakan pembangunan.
“Kita tidak boleh melupakan akar kita. PKB lahir dari rahim ulama, maka aspirasi dayah harus menjadi perhatian utama,” katanya untuk mengingatkan para kader PKB agar tidak pernah meninggalkan ulama dan dayah. (id67)










