Aceh

Distribusi MBG di SMPN 6 Banda Aceh Selama Ramadan Gunakan Menu Kering

Distribusi MBG di SMPN 6 Banda Aceh Selama Ramadan Gunakan Menu Kering
Salah satu siswi SMPN 6 Banda Aceh menunjukkan menu MBG yang dibagikan oleh pihak SPPG pada Senin, (23/2/2026). Waspada.id/Hulwa Dzakira
Kecil Besar
14px

BANDA ACEH (Waspada.id): Pembagian program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 6 Banda Aceh selama bulan Ramadan dilakukan dengan skema berbeda dibanding hari sekolah normal.

Jika sebelumnya makanan disajikan dalam bentuk menu basah menggunakan ompreng, kini paket MBG dibagikan dalam bentuk makanan kering yang lebih tahan lama dan diantar dua kali dalam sepekan.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mulya 3 Kecamatan Kuta Alam, Muhammad Akmal Mughayatsyah, mengatakan perubahan pola distribusi tersebut dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi puasa sekaligus meningkatkan efisiensi kerja relawan.

“Selama Ramadan, pengantaran kita lakukan dua kali seminggu. Senin untuk kebutuhan Senin, Selasa, dan Rabu. Kemudian Kamis untuk Kamis, Jumat, dan Sabtu,” ujar Akmal, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, pemilihan menu kering dinilai lebih efektif karena mampu bertahan hingga tiga sampai empat hari, berbeda dengan menu basah yang harus segera dikonsumsi. Adapun menu yang dibagikan antara lain kurma, roti, kacang tojin, dan telur rebus, yang akan divariasikan setiap pekan sesuai ketersediaan bahan baku di pasaran.

“Kami pastikan bahan yang digunakan berkualitas baik dan selektif agar tidak ada produk yang tidak layak konsumsi, seperti berjamur atau berpotensi menyebabkan keracunan,” katanya.

Di SMP Negeri 6 Banda Aceh, sebanyak 838 siswa tercatat menerima manfaat program MBG. Akmal menambahkan, pihak sekolah memiliki kewenangan untuk menerima atau menolak distribusi MBG dengan menyampaikan pemberitahuan resmi kepada penyelenggara.

Distribusi MBG selama Ramadan tetap mengikuti jadwal dan kebijakan sekolah, termasuk penyesuaian apabila terdapat hari libur, serta direncanakan berjalan sesuai kalender akademik dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.

Sementara itu, salah seorang wali murid, Aufa, mengaku tidak memiliki keluhan terkait pendistribusian MBG selama Ramadan. Namun, ia menyampaikan kekhawatiran terkait daya tahan sebagian menu yang diterima anaknya.

“Hari ini anak saya dapat telur, kacang, roti, dan apel. Kalau telur dan kacang mungkin aman, tapi roti atau puding rasanya tidak mungkin tahan sampai tiga hari,” ujarnya. (Hulwa)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE