Dua Alat Berat Proyek Multiyears Terbakar

- Aceh
  • Bagikan
Dua Alat Berat Proyek Multiyears Terbakar
OLAH TKP: Polisi melakukan olah TKP terbakarnya dua alat berat milik PT PT. Subota International Contractor, yang sedang melakukan pengaspalan jalan lintas provinsi di Gampong Paya Uno, Ranto Peureulak, Aceh Timur, Senin (20/2). Waspada/M Ishak

IDI (Waspada): Dua alat berat yang sedang melakukan pekerjaan Jalan Lintas Provinsi Aceh di lokasi Basecamp Segmen 1 di Dusun Bukit, Gampong Paya Uno, Ranto Peureulak, Aceh Timur, terbakar, Senin (20/2) sekira 11:30.

Dua alat berat yang terbakar yakni satu unit mobil Colt Diesel yang dijadikan kendaraan khusus print (penyiraman aspal—red) aspal curah dan satu unit alat berat jenis Grader. Kedua alat berat itu milik PT. Subota International Contractor dan sedang mengerjakan proyek multiyears jalan lintas Peureulak – Lokop di Aceh Timur.

Kapolres Aceh Timur AKBP Andy Rahmansyah SIK, melalui Kapolsek Ranto Peureulak Ipda Andi Ananta Griya Utama, S.TR.K, kepada Waspada, Selasa (21/2) menjelaskan, kebakaran berawal ketika sopir Colt Diesel, Mawardi, menghidupkan Blower untuk pembakaran aspal curah yang ada di dalam tangki mobilnya.

“Sopir mencoba membuka ban belakang sebelah kiri yang bocor untuk ditambal. Sambil menunggu ban ditambal, dia memesan minum di warung yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Tak lama kemudian, rekan kerja supir berteriak dan memanggilnya menginformasi ke Mawardi bahwa mobil colt diesel terbakar,” kata kapolsek.

Selanjutnya, lanjut Andi Ananta Griya Utama, Mawardi bergegas masuk ke Basecamp untuk mematikan kran kompor pembakar aspal curah. Beberapa rekannya membantu dan berupaya memadamkan kebakaran dengan menggunakan air dan tanah.

“Semakin lama api semakin membesar, bahkan ikut membakar alat grader yang berada di sisi kiri mobil Colt Diesel,” ujar kapolsek, seraya menambahkan, pihak perusahaan memberitahukan kejadian tersebut ke Polsek Ranto Peureulak, Koramil 14/RTP dan Pos Pemadam Kebakaran Ranto Peureulak.

Setelah dua unit Damkar alat dan dua unit mobil tangki air milik BPBD Aceh Timur, akhirnya api berhasil dipadamkan. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian yang ditimbulkan dari kebakaran ini perusahaan mengalami kerugian lebih kurang Rp800 juta,” kata kapolsek.

Dugaan sementara, kata dia, penyebab kebakaran dikarenakan adanya kebocoran selang Hidrolik alat berat (Grader) dan mengeluarkan minyak. “Sehingga tersabar api kompor yang berasal dari pembakaran aspal curah,” pungkas Kapolsek Ranto Peureulak Ipda Andi Ananta Griya Utama. (b11)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *