Golkar Agara Bekali Saksi Untuk Amankan Suara Pada Pemilu 2024

- Aceh
  • Bagikan
Golkar Agara Bekali Saksi Untuk Amankan Suara Pada Pemilu 2024
Ketua DPD II Partai Golkar Agara, H. M. Salim Fakhry, SE, MM saat dikonfirmasi Waspada.id. Waspada/Seh Muhammad Amin

KUTACANE (Waspada): Partai Golkar Aceh Tenggara (Agara) terus melakukan penguatan kapasitas saksi partai jelang pesta rakyat yang digelar pada 14 Februari 2024.

Kegiatan itu bertujuan membekali saksi -saksi agar siap mengawal suara caleg dan partai di setiap TPS pada Pemilu mendatang. “Insya Allah Golkar menjadi salah satu partai peserta Pemilu yang tidak hanya memiliki caleg yang siap mendulang suara tapi kita juga memiliki saksi yang mengamankan suara di semua TPS dan kecamatan,” kata Ketua DPD II Partai Golkar Agara, H. M. Salim Fakhry, SE, MM kepada Waspada.id, saat dikonfirmasi di kantor Golkar setempat, Kamis (8/2).

Salim Fakhry Anggota Komisi IV DPR RI yang juga Caleg DPR RI Dapil 1 Aceh itu menyebutkan, saat ini pihaknya menyiapkan 1.452 saksi pada 726 TPS, Saksi Kecamatan sebanyak 80 orang, Saksi Kabupaten 6 orang. Salim Fakhry mengaku sangat optimis, Partai Golkar bisa mendongkrak suara pada Pemilu mendatang melebihi Pemilu sebelumnya.

Golkar Agara Bekali Saksi Untuk Amankan Suara Pada Pemilu 2024

“Kami sangat optimis dengan kualitas caleg dan kerja caleg yang semakin hari semakin semangat. Itu membuat kami semakin optimis meraih kemenangan. Golkar berharap pemilu harus berjalan dengan damai, jujur, dan adil,” sebutnya.

Dia memaparkan, pemilu yang damai merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, penyelenggara pemilu, partai politik, dan masyarakat sipil harus bekerja sama untuk mewujudkan pemilu yang damai. Pemerintah harus menjamin keamanan dan ketertiban selama pemilu berlangsung. Penyelenggara pemilu harus melaksanakan pemilu dengan jujur dan adil.

“Partai Golkar berpolitik secara santun dan bermartabat. Masyarakat sipil harus mengawasi jalannya pemilu dan mencegah terjadinya pelanggaran pemilu. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mewujudkan pemilu yang damai. Masyarakat harus menggunakan hak pilihnya dengan bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Pemilu yang damai merupakan modal penting untuk membangun demokrasi yang bersih dan berkualitas. Demokrasi yang bersih dan berkualitas akan membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya. (cseh)

  • Bagikan