Ketua LSM DPD Gakorpan Aceh Terkena OTT, Diduga Dijebak

- Aceh
  • Bagikan
Ketua LSM DPD Gakorpan Aceh Terkena OTT, Diduga Dijebak
Ilustrasi | tangerangdaily.com

BLANGKEJEREN (Waspada): Nasib sial menimpa IM, Ketua LSM Gakorpan Aceh. Ia dicokok sejumlah anggota polisi reserse kriminal (Reskrim) Polres Gayo Lues, Aceh, seusai menerima sejumlah uang dari dokter Wintono, Kepala Puskesmas Kota Blangkejeren, Gayo Lues, Selasa sore 23 Januari 2024.

Menurut keterangan yang dikumpulkan wartawan waspada.id, kejadian itu bermula ketika LSM Gerakan Antikorupsi dan Penyelamat Aset Negara (Gakorpan) tengah menyelidiki dugaan kasus korupsi dana Kapitasi tahun 2021-2023 di Puskesmas Blangkejeren, sehari sebelum operasi tangkap tangan (OTT).

Pada saat konfirmasi dan verifikasi, seorang petugas di Puskesmas memintas kepada IM agar tidak memperpanjang kasus tersebut. “Besok kami kasih uang rokok kalian…,” kata staf di Puskesmas itu seperti ditirukan sumber waspada.id.

Keesokannya, pada Selasa pagi, IM menagih “uang rokok” yang dijanjikan itu. Tapi, staf Puskesmas tersebut meminta kepada IM agar datang pada pukul 16.00 WIB. “Sore itu IM datang dan dititiplah kepadanya uang sebesar Rp3,5 juta. “Tapi, begitu keluar mau naik ke mobil, IM tiba-tiba disergap sejumlah anggota polisi. Lalu, IM dan barang bukti uang dibawa ke Mapolres Gayo Lues,” jelas sumber itu.

Aksi OTT itu mengundang protes sejumlah jurnalis yang selama ini bermitra dengan IM. “Ini murni jebakan. Jika penyuapan, harusnya kepala Puskesmas Blangkejeren, dokter Wintono, juga ditetapkan sebagai tersangka,” kata salah seorang jurnalis, teman IM, kepada waspada.id. via jaringan telepon seluler Rabu (24/1).

Jurnalis itu menduga penangkapan terhadap IM erat kaitannya dengan kerja-kerja LSM Gakorpan yang getol menyoroti buruknya kinerja dan dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Pemkab Gayo Lues pada era pemerintahan transisi saat ini.

Dokter Wintono, Kepala Puskesmas Blangkejeren, mengaku syok atas kejadian itu. “Maaf pak, kondisi saya masih syok. Belum bisa banyak cerita. Di sini saya juga korban fitnah dan korban terperiksa. Mohon maaf. ????????????????????,” kata Wintono menjawab pertanyaan waspada.id, Rabu (24/1) melalui pesan whatsapp.

Sebelumnya, kepada wartawan di Blangkejeren, dokter Wintono mengaku tidak tahu menahu siapa yang membuat laporan itu ke polisi hingga terjadi penangkapan. Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan polisi. “Duit pun tak seberapa, itu biasa, kami bilang begitu di depan pihak petugas Polres Gayo Lues,” kata Wintono.

Bahkan, ketika dikonfirmasi wartawan, Wintono menjelaskan bahwa ia minta kasus itu diselesaikan saja. Tapi, pihak polisi mengatakan kepada Wintono,”Itu enggak bisa Pak dokter, gini aja, kita serahkan dulu ke Kasat (Reskrim) laporan ini, gimana nanti perintah kasat. Tapi, coba dulu dari pihak Iskandar jumpai kasat lah gimana baiknya,” kata dr. Wintono kepada wartawan via telepon seluler, Selasa malam, mengutip percakapannya bersama polisi.

Kapolres Gayo Lues AKBP Setiyawan Eko Prasetiya membenarkan kasus penangkapan itu. “Saat ini sdg berproses…sabar y pers (personel) bekerja dl,” tulis Kapolres Setiyawan Eko membalas pesan whatsapp yang dikirim waspada.id, Rabu (24/1/2024).(m14)

  • Bagikan