AcehPendidikan

Pulihkan Akses Air Bersih, Unsam Bangun Sistem Di Masjid Salman Alfarisy Aceh Tamiang

Pulihkan Akses Air Bersih, Unsam Bangun Sistem Di Masjid Salman Alfarisy Aceh Tamiang
Tim dosen dan mahasiswa Teknik Mesin Universitas Samudra bersama masyarakat melakukan pemasangan sistem air bersih di Masjid Salman Alfarisy, Desa Tualang Cut, Aceh Tamiang. Waspada.id/ist
Kecil Besar
14px

ACEH TAMIANG (Waspada.id): Universitas Samudra melalui Program Studi Teknik Mesin melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan membangun sistem terpadu penyediaan air bersih yang berlokasi di Masjid Salman Alfarisy.

Program yang dilaksanakan tim dosen yang terdiri dari Dr. Ir. Muhammad Amin, S.T., M.T., IPM., ASEAN.Eng, Suheri, S.T., M.T., Ir. Syamsul Bahri Widodo, M.T., Dr. Taufan Arif Adlie, S.T., M.T., dan Dr. Zainal Arif, S.T., M.T dengan melibatkan mahasiswa secara langsung di lapangan.

Ketua Tim, Dr. Muhammad Amin kepada wartawan, Jumat (17/04/2026) mengatakan, pascabanjir yang melanda wilayah Aceh Tamiang, masyarakat Desa Tualang Cut masih menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih. Sumber air yang tersedia berubah keruh dan tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Menjawab kondisi tersebut, Universitas Samudra melalui Program Studi Teknik Mesin melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan membangun sistem terpadu penyediaan air bersih yang berlokasi di Masjid Salman Alfarisy.

Dalam pelaksanaannya, setiap anggota tim memiliki peran spesifik. Dr. Muhammad Amin bertanggung jawab pada pengembangan media filtrasi air, Suheri pada pembangunan rangka tandon, Ir. Syamsul Bahri Widodo pada sistem perpipaan, Dr. Zainal Arif pada sistem pompa air, serta Dr. Taufan Arif Adlie pada kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.

Dijelaskan Dr. Muhammad Amin, bahwa sistem yang dibangun dirancang untuk mampu mengolah air yang sebelumnya tidak layak menjadi air yang lebih aman digunakan.

“Kami merancang sistem yang sederhana namun efektif, sehingga masyarakat bisa mengoperasikan dan merawatnya secara mandiri,” ujarnya.

Sistem yang dikembangkan mencakup proses filtrasi, penampungan, hingga distribusi air ke titik penggunaan. Seluruh komponen dirancang dengan mempertimbangkan kemudahan operasional dan keberlanjutan.

Lanjutnya, Masjid Salman Alfarisy dipilih sebagai lokasi utama karena menjadi pusat aktivitas masyarakat, sehingga sistem yang dibangun dapat dimanfaatkan secara luas oleh warga sekitar.

Selain pembangunan fisik, tim juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan dan perawatan sistem.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menerima, tetapi juga mampu menjaga dan mengelola sistem ini ke depan,” tambahnya.

Kehadiran sistem ini mulai dirasakan manfaatnya oleh warga. Akses air bersih menjadi lebih mudah dan kualitas air yang digunakan sehari-hari semakin baik.

“Sekarang air sudah lebih jernih dan mudah didapat. Kami sangat terbantu,” ujar salah satu warga.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat Universitas Samudra. Tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada Universitas Samudra melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) atas dukungan hibah PKM yang telah diberikan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.

“Melalui program ini, Unsam tidak hanya menghadirkan solusi teknis, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat dalam mengelola sistem air bersih secara berkelanjutan di tengah kondisi pascabencana,” pungkasnya. (Id74)


Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE