MEULABOH (Waspada.id): Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Teuku Umar (UTU) menjadi tuan rumah puncak rangkaian safari literasi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh pada Rabu, (8/4/26).
Kegiatan ini merupakan titik akhir dari kunjungan maraton tim komisioner di Aceh Barat yang sebelumnya telah menyambangi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dan MAN Meulaboh sejak 6 April lalu.
Sinergi Kelembagaan dan Regulasi Baru Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama FISIP UTU, Dr. Afrizal Tjoetra, M.Si.
Dalam sambutannya, Dr. Afrizal menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan regulator untuk memastikan kurikulum pendidikan komunikasi tetap adaptif terhadap perubahan hukum dan teknologi.

Sesi inti sosialisasi dipandu langsung oleh Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UTU, Fiandy Mauliansyah, S.I.Kom., M.A. selaku moderator. Tiga komisioner KPI Aceh hadir sebagai pemateri utama: Ketua KPI Aceh Muhammad Harun, S.H., Koordinator Bidang Kelembagaan Acik Nova, M.Sos., dan Komisioner Bidang Pengawasan Isi Siaran, Murdeli, S.H. Fokus utama pembahasan adalah PKPI Aceh Nomor 01 dan 02 Tahun 2026 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).
Berbeda dengan wilayah lain di Indonesia, regulasi ini memberikan wewenang khusus kepada KPI Aceh untuk mengawasi konten di ranah media baru (internet) dengan tetap mengedepankan nilai syariat Islam dan kearifan lokal.
Dialog Interaktif dan Simbol Persahabatan Suasana aula FISIP UTU tampak hidup saat sesi tanya jawab yang dipandu moderator berlangsung interaktif.
Mahasiswa dan pengurus HIMAKOM melontarkan pertanyaan kritis seputar mekanisme sanksi, peran koordinasi KPI dengan Diskominsa/Kominfo, hingga tantangan pengawasan di tengah tren New Media.
Sebagai bentuk apresiasi atas kunjungan puncak ini, pihak fakultas dan prodi menyerahkan cinderamata kepada jajaran komisioner KPI Aceh, disaksikan oleh seluruh dosen dan mahasiswa peserta yang hadir.

Refleksi Sejarah dan Pesan Integritas menutup rangkaian acara, Dosen Komunikasi Politik sekaligus Anggota Dewan Pakar SPIKOM Korwil Aceh, Said Fadhlain, S.IP., M.A., memberikan ulasan reflektifnya. Said menyoroti bahwa hubungan erat ini telah memiliki akar historis yang panjang.
“Kemitraan ini adalah hasil dari integritas dan rasa tasamuh yang kita rawat sejak tahun 2012, saat rombongan pionir mahasiswa UTU pertama kali bertandang ke KPID Aceh. Transformasi kemitraan ini, mulai dari MoU 2021 hingga implementasi regulasi 2026 hari ini, membuktikan bahwa Ilkom UTU adalah mitra terdepan dan paling konsisten dalam mengawal kedaulatan informasi di Aceh,” pungkas Said Fadhlain yang juga merupakan saksi sejarah perkembangan FISIP UTU tersebut.(rel)










