SINGKIL (Waspada.id): Ruas jalan nasional jalur Barat Selatan (Barsela) Aceh yang menghubungkan dengan Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera Utara(Sumut) terus menelan korban jiwa.
Dalam sepekan terakhir mobil Kijang Inova yang dikendarai pasangan suami istri Rudi Simanjuntak dan Risma Tumangger mengalami kecelakaan tunggal, terjun ke jurang dan hanyut di aliran Sungai Lae Kombih Dusun Buluh Didi pada Senin, 30 Maret 2026, kemarin.
Mobil korban terjun ke jurang persisnya di Desa Tanjung Mulia Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe Kabupaten Pakpak Bharat Sumut.
Korban yang merupakan warga Desa Lae Ikan Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam dilaporkan hingga saat ini masih dalam pencarian.
Sebelumnya, 2 unit truk juga mengalami gagal nanjak dan terjun ke jurang Gunung Kedabuhan di ruas jalan Nasional Subulusalam-Pakpak Bharat.
Masih banyak lagi catatan peristiwa kecelakaan yang terjadi di ruas jalan itu. Khususnya lintasan Barat Selatan (Barsela) menuju Kabupaten Aceh Selatan, yang harus melewati terjalnya tanjakan Gunung Kapur dan Gunung Singgersing.

Menyikapi banyaknya kasus kecelakaan yang hingga merenggut banyak korban jiwa dan materil tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Petani Kelapa sawit Indonesia (Apkasindo) Aceh, Fadhli Ali mendesak Pemerintah Pusat terkhusus Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh untuk segera melakukan perbaikan dan perluasan serta memasang marka pengaman jalan di lintasan ruas jalur Barsela tersebut. Sebab, jika kondisi jalan masih dibiarkan seperti itu dikhawatirkan akan lebih banyak memakan korban jiwa lagi.
“Saya ada dimasukkan group WhatsApp para supir lintas Barsela. Dan hampir setiap hari menerima keluhan para sopir terkait kondisi jalan bergelombang di tanjakan Kedabuhan dan Pakpak Bharat tersebut,” ucap Fadhli.
Dari group tersebut Fadhli dapat melihat perkembangan informasi antara para supir truk serta kondisi jalan termasuk peristiwa kecelakaan di jalan. “Dan group ini sangat bermanfaat karena menjadi media komunikasi dan update informasi di ruas jalan barsela,” ucapnya.
Dia juga memberikan apresiasi kepada Ketua Group para supir Barsela tersebut. Sebab 4 bulan lalu ketua group telah menyampaikan laporan secara resmi kepada Ombudsman RI perwakilan Aceh, terhadap layanan yang buruk di Lintas Jalan Nasional dari Trumon Asel-Subulussalam dan Pakpak Bharat Sumatera Utara (Sumut).
Di samping itu, Apkasindo juga memberikan apresiasi terkhusus kepada Wali Kota Subulussalam M Rasyid Bancin yang telah bergerak cepat, dan telah menyurati langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, terkait Permohonan Dukungan Penanganan Jalan Nasional Rawan Bencana dan Kecelakaan.
“Kita berikan apresiasi dan dukungan agar upaya Pemerintah Kota Subulussalam ini bisa cepat mendapat dukungan dari pemerintah pusat, PU maupun BPJN,” katanya
Fadhli juga berharap, upaya yang sama juga dilakukan oleh Bupati Pakpak Bharat, Bupati Aceh Selatan serta Bupati Aceh Singkil yang notabenenya melintasi jalur Barsela tersebut.
Begitupun, ia berharap anggota DPR RI asal Aceh dan DPR RI Sumut bisa bersama-sama memberikan perhatian dan melakukan advokasi lintasan yang saat ini sangat menakutkan bagi para pengendara di wilayah Pulau Sumatera.
“Saya yakin tidak ada lintasan lain yang frekwensi kecelakan sangat tinggi seperti jalan lintas Barsela ini. Yang kerawanannya jauh melampaui lintasan Batu Jomba, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan yang tahun lalu sangat viral,” ujarnya.
Begitupun dijelaskannya, sudah cukup panjang dan melelahkan upaya untuk memperjuangkan perbaikan lintasan tersebut. Termasuk Ketua komunitas “Driver’s Club” atau komunitas pengendara truk Barat Selatan Aceh (Barsela) Zulkarnain juga sudah melapor ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh.
“Alhamdulillah laporan mereka mendapat respon positif. Dan sepengetahuan kami Ombudsman Aceh juga sudah turun ke lokasi dan telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk dengan Wali Kota Subulussalam,” ucapnya
“kita berharap jalur lintas Barsela ini bisa segera dilakukan perluasan lengkap dengan marka pengaman jalan, agar ke depan pengendara bisa lebih aman dan nyaman, dan lintasan tersebut tidak lagi menakutkan bagi para pengendara,” pungkasnya. (id.81)










