ACEH TAMIANG (Waspada.id): Para pelajar di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang yang sebelumnya telah mendapat informasi dari sekolah untuk mengambil Makan Bergizi Gratis (MBG) pada awal Ramadan, namun, saat MBG tiba di sekolah para siswa sudah pulang.
Hal ini disebut-sebut ketidaksiapan dan minimnya koordinasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampung Pahlawan, Kecamatan Karang Baru yang seharusnya para siswa bisa beristirahat, justru harus menunggu hingga menjelang berbuka puasa tanpa hasil membawa pulang MBG yang disalurkan oleh SPPG Kampung Pahlawan, Yayasan Garuda Yaksa Peduli Pangan, Senin (23/2).
Berdasarkan kesepakatan awal dengan Yayasan Garuda Yaksa Peduli Pangan, pendistribusian menu kering MBG dijadwalkan mulai berjalan pada minggu pertama puasa. Pihak sekolah, mulai dari tingkat SD, MIN, SLTP, hingga SMK di wilayah Kampung Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang telah menginstruksikan siswa untuk hadir ke sekolah guna mengambil jatah MBG tersebut.
Namun, hingga pukul 17.00 WIB, menu kering yang dijanjikan belum kunjung tiba, para siswa yang sudah menanti berjam-jam lamanya terpaksa pulang dengan tidak membawa paket MBG-nya. “Kami merasa ditipu, anak-anak yang seharusnya bisa istirahat di rumah malah diminta ke sekolah karena ada janji menu MBG diantar, tapi sampai jam 5 sore tidak ada kabar, ini sangat mengecewakan, mengingat bulan suci Ramadan,” ujar salah satu perwakilan wali murid kepada wartawan.
Kepala SPPG Kampung Pahlawan Cut Novi yang dikonfirmasi Waspada.id Selasa (24/2) mengaku sudah mengumumkan pukul 15.00 WIB ke PIC sekolah, mulai pengantaran waktu yang telah ditetapkan dari MPU dan Gubernur Aceh. “Bukan berarti pukul 15.00 WIB sampai MBG kesemua sekolah,” ujarnya.

Cut Novi menegaskan, dirinya mengumumkan hanya untuk PIC sekolah, tetapi pihak sekolah umumkan ke wali murid dan siswa pukul 15.00 WIB mengambil MBG. “Kami sudah kerahkan 2 armada semaksimal mungkin, cuma untuk yang pengantaran jam 5 lewat itu sudah menunggu 2 jam karena pengumuman dari pihak sekolah, kami sudah mengupayakan semua pengiriman ke 16 titik sekolah,dan 3 titik posyandu serta sudah di bantu armada mobil pribadi juga dalam penyalurannya,” sebut kepala SPPG.
Kepala SPPG Cut Novi dalam keterangannya juga membenarkan bahwa siswa yang sudah menunggu sekitar 2 jam lebih sudah pada berpulangan. “Jadi saat kami mau kirim MBG ke sekolah sudah tidak siswanya,” ungkapnya dan saat ditanyakan, sekolah mana saja yang belum menerima MBG pada Senin kemarin disebutkan yaitu SMPN 2 Karang Baru dan SD Paya Kulbi, Kecamatan Karang Baru.
Ditegaskannya, untuk kedua sekolah tersebut MBG-nya sudah didistribusikan pada Selasa (24/2) pagi dan bukti penerimaannya oleh sekolah juga ada, dan menanggapi polemik tersebut, Kepala SPPG Kampung Pahlawan, Cut Novi menyampaikan permohonan maaf dan sudah lakukan evaluasi dengan seluruh relawannya dan memperbaiki pengiriman selanjutnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Garuda Yaksa Peduli Pangan, Fitriadi kepada Waspada.id mengatakan, surat edaran mulai pukul 15.00 WIB pengantaran dari dapur, jadi sampai tempat otomatis pukul 16.00 – 18.00 WIB lebih sehingga proses pengantaran memakan waktu.
Disebutkannya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Pahlawan melayani 15 sekolah dan ada 3 posyandu kampung sehingga total 18 titik pengantaran, pastinya memakan waktu dan otomatis yang pengantaran terakhir sedikit lama.
“Sedangkan kendaraan hanya 2 unit dan ditambah 1 unit lagi dan menjadi 3 unit armada serta kita upayakan agar lebih cepat lagi dan jumlah 3 kali lipat dari biasanya,” pungkas Fitriadi.(id76)











