Aceh

TP-PKK Aceh Besar Luncurkan Sekolah Lansia Dan Serahkan BKB KIT

TP-PKK Aceh Besar Luncurkan Sekolah Lansia Dan Serahkan BKB KIT
Ketua TP PKK Aceh Besar, Hj. Rita Mayasari, menyerahkan BKB KIT Stunting di Gampong Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Selasa (14/4/2026). (Waspada.id/Ist)
Kecil Besar
14px

KOTA JANTHO (Waspada.id): Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Besar, Hj. Rita Mayasari, menyerahkan Bina Keluarga Balita (BKB) Kit Stunting dan melaunching Sekolah Lansia Srikandi di Gampong Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua TP-PKK Aceh Besar Hj. Nurul Fazli, Ketua DWP Aceh Besar Nurbaiti, perwakilan kecamatan, perangkat gampong, serta masyarakat dan para kader setempat.

BKB Kit Stunting adalah sarana penyuluhan dan alat bantu edukasi berbentuk seperangkat alat permainan edukatif (APE) serta media materi (buku, media interaktif) yang digunakan kader BKB untuk mengedukasi orang tua tentang pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) guna mencegah dan menurunkan prevalensi stunting.

Dalam sambutannya, Rita Mayasari menyampaikan bahwa Sekolah Lansia merupakan wadah bagi para orang tua untuk tetap aktif melalui kegiatan positif, bukan pembelajaran formal seperti di sekolah pada umumnya.

“Sekolah lansia ini bukan belajar bahasa Inggris atau matematika, tetapi lebih kepada kegiatan positif seperti pengajian, berbagi pengalaman, dan mempererat silaturahmi antar sesama,” ujarnya.

Ia juga mengajak para lansia untuk lebih aktif bersosialisasi dan tidak hanya menghabiskan waktu di rumah. Menurutnya, interaksi sosial penting untuk menjaga kesehatan mental dan kebahagiaan para lansia.

“Jangan hanya di rumah menjaga cucu, sesekali ikut kegiatan agar bisa saling berbagi cerita dan pengalaman,” tambahnya.

Rita turut menyinggung kondisi anggaran desa yang mengalami penyesuaian dari pemerintah pusat. Meski demikian, ia berharap dukungan penuh dari keuchik dan seluruh elemen gampong tetap menjadi kunci keberhasilan program-program PKK.

“Yang penting dukungan dan kerja sama. Dengan kebersamaan, insyaallah semua program bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Selain itu, Rita menegaskan bahwa penanganan stunting menjadi prioritas utama yang harus ditangani secara bersama. Ia meminta kader Posyandu lebih aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya gizi seimbang bagi anak.

“Sering-sering lakukan kunjungan ke masyarakat, berikan pemahaman tentang makanan bergizi. Karena makanan ada belum tentu gizinya cukup,” jelasnya.

Ia menyebutkan pemenuhan gizi anak bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi juga peran ayah dalam menyediakan kebutuhan keluarga.

Ketua TP PKK Aceh Besar, Hj. Rita Mayasari, memberi sambutan pada penyerahan BKB KIT Stunting dan Launching Sekolah Lansia Srikandi di Gampong Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Selasa (14/4/2026). (Waspada.id/Ist)

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, mengapresiasi capaian Kabupaten Aceh Besar dalam pengembangan Sekolah Lansia yang telah menjangkau puluhan gampong.

“Program ini bagian dari siklus kehidupan dalam Bangga Kencana. Tidak hanya lansia, tetapi juga pembinaan keluarga dari berbagai tahap usia,” ujarnya.

Ia juga mendorong pembentukan lansia tangguh dan mandiri melalui berbagai aktivitas, termasuk kegiatan di luar ruangan dan keterlibatan dalam komunitas.

Di sisi lain, Kepala DPPKBPP dan PA Aceh Besar, Drs. Fadhlan, menyebut program pembinaan keluarga melalui Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan PAUD akan terus dilanjutkan pada tahun 2026 meskipun terdapat keterbatasan anggaran.

“Program ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mempercepat penurunan angka stunting,” katanya.

Lansia Srikandi di Gampong Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Selasa (14/4/2026). (Waspada.id/Ist)

Keuchik (kepala desa) Gampong (desa) Blang Krueng, H. Nasruddin, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap desanya. Ia juga menyampaikan harapan agar dukungan terus diberikan, khususnya dalam program pemberantasan narkoba dan pengembangan pendidikan.

“Kami berharap adanya perhatian berkelanjutan untuk kemajuan gampong, terutama dalam pembinaan generasi muda dan lansia,” ujarnya.

Kegiatan tersebut semoga menjadi harapan agar Sekolah Lansia Srikandi dapat berjalan dengan baik melalui 12 kali pertemuan dalam setahun dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (id67)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE