KUTACANE (Waspada.id): Berbagai elemen masyarakat di Aceh Tenggara (Agara) mendesak Pemkab dan pihak terkait agar lebih meningkatkan upaya pemberantasan narkoba di bumi Sepakat Segenep.
Desakan tersebut, muncul di tengah rasa prihatin warga terhadap peredaran narkoba, dalam beberapa bulan terakhir yang grafiknya merangkak naik.
Camat Semadam, Sukri mewakili warga Kecamatan Deleng Pokhkisen, Bambel, Semadam dan warga kecamatan lainnya mengatakan, saat ini warga Agara mulai merasa resah akibat peredaran narkoba.

Sebelumnya, peredaran narkoba memang mulai menurun di Aceh Tenggara, namun dalam sebulan terakhir, warga melaporkan peredaran narkoba mulai meningkat dan mulai meresahkan. Bahkan, peredaran narkoba tersebut memicu munculnya penyakit masyarakat.
Sebab itu, sebagian besar warga Agara berharap agar program pemberantasan narkoba yang telah berjalan selama ini dilanjutkan sampai narkoba hilang dari bumi Sepakat Segenep.
Warga Semadam dan warga 3 kecamatan lainnya juga, mengucapkan terima kasih atas kepedulian yang tinggi dari Bupati dan Wakil Bupati terhadap masyarakat Aceh Tenggara melalui berbagai program yang sangat menyentuh dan berdampak sangat positif bagi kemajuan daerah.
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dan para menteri kabinet ke Agara pada saat terjadinya banjir besar beberapa bulan lalu, sangat berdampak bagi hadirnya bantuan terhadap korban terdampak dan bagi daerah Agara, mulai dari pembangunan jembatan rangka baja bernilai ratusan miliar rupiah, pelurusan tebing sungai Alas dan jalan nasional di bumi Sepakat Segenep.
Selain pemberantasan narkoba, timpal Hajidin, warga Kecamatan Semadam, program Bupati yang telah berjalan sesuai visi dan misi, mulai dari mengatasi langka dan mahalnya pupuk, gas elpigi, program bagi anak yatim, fakir miskin dan bantuan lainnya bagi warga Agara terus berlanjut dan jika memungkinkan lebih ditingkatkan lagi.
Menanggapi masukan dan saran dari warga 4 kecamatan yang menghadiri acara Halal Bihalal di Pendopo Bupati bersama Bupati, Wakil Bupati, Sekdakab, Forkopimda, camat dan tokoh masyarakat maupun tokoh agama, Bupati HM Salim Fakhry dan Wabup Heri Al Hilal membenarkan, keresahan masyarakat terkait peredaran narkoba akhir-akhir ini di Agara.
Untuk melanjutkan program pemberantasan narkoba sampai ke akar-akarnya, tak cukup hanya diserahkan pada polisi saja, namun harus dibantu seluruh elemen masyarakat, mulai tokoh pemuda,tokoh masyarakat, tokoh Agama Pengulu, camat dan elemen masyarakat lainnya.

Karena itu, Pemkab dan DPRK sepakat menganjurkan agar pemerintah Kute kembali menganggarkan dana pemberantasan narkoba pada APBDes di seluruh kute (desa) di Aceh Tenggara.
Acara Halal Bihalal Bupati, Wabup dan Forkopimda bersama warga 4 kecamatan, Selasa,(24/3) ditutup dengan ceramah Ustadz Tgk Tajali yang mengambil tema Ritual dan Sosial Halal Bihalal 1447 H.
Usai acara Halal bihalal, dilanjutkan dengan pemberian cenderamata dari Bupati dan Wakil Bupati serta Forkopimda pada perwakilan warga dari kecamatan Semadam, Bambel, Deleng Pokhkisen dan Bukit Tusam. (id79)













