Warga Meureu Indrapuri Antusias Belanja Di Pasar Murah

- Aceh
  • Bagikan
Warga Meureu Indrapuri Antusias Belanja Di Pasar Murah
Asisten II Setdakab Aceh Besar M. Ali menyerahkan secara simbolis paket pasar murah tanggap inflasi kepada warga di Masjid Jami'k Al Ikhlas Kemukiman Meureu, Kecamatan Indrapuri, Minggu (3/12). (Waspada/Ist)

KOTA JANTHO (Waspada): Warga Meureu Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, sangat antusias berbelanja di pasar murah yang digelar Pemkab Aceh Besar bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Aceh, dan Bulog Aceh, di Masjid Jami’k Al Ikhlas Kemukiman Meureu, Minggu (3/12).

Pasar murah yang mulai digelar kembali ini dalam rangka tanggap inflasi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Pasar murah sering kali kita gelar pada tahun ini, pasar murah yang turut didukung Disperindag Aceh serta Perum Bulog sangat dirasakan manfaatnya oleh warga setempat,” terang M. Ali, Asisten II Sekdakab Aceh Besar.

Ia mengatakan, pasar murah akan dilaksanakan pada tiga titik, hari ini di Mereu Indrapuri, besok di Aneuk Galong Sukamakamur dan lusa di Gurah Peukan Bada. “Hari ini di Meureu Indrapuri, besok di Aneuk Galong Sukamakamur dan lusa di Gurah Peukan Bada, semoga masyarakat setempat dapat memanfaatkan momen ini dengan baik untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” harapnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskopukmdag Aceh Besar Trizna Darma, ST, menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Aceh melalui Disperindag Aceh yang telah menggelar pasar murah di Aceh Besar.

Menurutnya, untuk tahun 2023 ini Diskopukmdag Aceh Besar sudah kehabisan stok kegiatan pasar murah, dan stok terakhir Diskopukmdag Aceh Besar digelar di Kecamatan Kuta Baro pada November lalu.

“Terimakasih kami ucapkan kepada Pemerintah Aceh, semoga pasar murah ini bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Aceh Besar, dan Insya Allah Diskopukmdag Aceh Besar akan kembali menggelar pasar murah di tahun 2024,” ujarnya.

Trizna mengatakan, pasar murah yang digelar oleh Disperindag Provinsi Aceh ini dalam rangka operasi pasar tanggap inflasi Aceh, semua komoditinya langsung disubsidi oleh Pemerintah Aceh.

“Basanya kita menyediakan lima komoditi, namun Provinsi hanya menyediakan tiga komoditi berupa beras, minyak goreng dan gula dengan masing-masing komoditi telah disubsidi sebesar Rp5.000, dengan harga yang dijual, beras 10 kg Rp80.000, migor 2 kg Rp32.000, gula 2 kg Rp26.000,” sebutnya. (b05)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *