Breaking News
Memuat breaking news...

Atlet Sumut Peraih Medali Asian Games

Redaksi
Redaksi
Minggu, 4 Oktober 2026 - 12.13 PM WIB
Atlet Sumut Peraih Medali Asian Games
Medali Emas dari atlet Sumut di Asian Games untuk pertama kali disumbangkan oleh atlet Wushu Juwita Niza Wasni yang meraih Medali Emas nomor Nanquan Putri Asian Games 2014
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Oleh : Indra Efendi Rangkuti

Tahun ini, Asian Games 2026 yang merupakan kali ke-20 Asian Games terlaksana, kembali digelar di Aichi-Nagoya, Jepang. Pada Asian Games 2026 ini tercatat ada 11 atlet Sumatera Utara (Sumut) yang memperkuat kontingen Indonesia. Ke-11 atlet tersebut adalah Natasya Naiborhu (hoki), Lily Erlina Pasaribu (hoki), Richa Azlia (hoki), Sri Rahayu (hoki), Rasgita (hoki), Samuel Marbun (wushu sanda), Fereddy Sinaga (wushu sanda), Sostar Andaru Rinaldi (panahan), Abdul Hafiz (atletik), Daniel Hutapea (karate), dan Leica Al Humairah Lubis (karate).

Sejak Indonesia tampil di Asian Games 1951 di New Delhi, atlet Sumatera Utara (Sumut) kerap ikut berpartisipasi. Tercatat pada Asian Games 1951 beberapa legenda PSMS Medan seperti Ramli Yatim, Ramlan Yatim, Yusuf Siregar, Cornel Siahaan, dan Gus Ramlan turut memperkuat Timnas.

Namun, untuk atlet Sumut yang turut menyumbangkan medali bagi Indonesia, itu baru terjadi di Asian Games 1958 yang digelar di Tokyo. Saat itu, sepak bola Indonesia meraih medali perunggu. Timnas Indonesia meraih medali perunggu setelah dalam perebutan medali perunggu menaklukkan India 4-1. Di dalam skuad Timnas waktu itu ada tiga legenda PSMS yang memperkuat Timnas, yaitu M. Rasijd, Saari, dan Bakir Goordy.

Saari (kiri) dan M.Rasijd (kanan) dua dari tiga pesepakbola Sumut yang memperkuat Timnas ketika meraih Medali Perunggu di Asian Games 1958.Satu lagi adalah Bakir Goordy

Di Asian Games 1958 ini, atlet Sumut juga turut menyumbangkan medali perunggu melalui cabang olahraga renang, yaitu Habib Nasution. Habib Nasution meraih dua medali perunggu melalui nomor gaya bebas 200 m putra dan estafet gaya ganti 4x200 m putra.

Penulis bersama perenang legendaris Sumut Habib Nasution yang meraih dua Medali Perunggu Di Asian Games 1958

Di Asian Games 1962 yang digelar di Jakarta, atlet Sumut kembali berkontribusi menyumbangkan medali bagi Indonesia. Di cabang olahraga tinju, legenda tinju Sumut Paruhum Siregar meraih medali perak kelas berat ringan 81 kg.

Paruhum Siregar meraih Medali Perak Tinju Kelas Berat Ringan Asian Games 1962

Dari cabang olahraga atletik, atlet Sumut juga turut menyumbangkan medali melalui Gurnam Singh. Gurnam Singh meraih medali perunggu lewat nomor 10.000 m putra.

Gurnam Singh meraih Medali Perunggu Atletik 10.000 m di Asian Games 1962

Di Asian Games 1966 yang digelar di Bangkok, atlet Sumut kembali berkontribusi menyumbangkan medali bagi Indonesia. Di cabang olahraga tinju, Said Fidal meraih medali perak kelas welter ringan 63,5 kg.

Said Fidal meraih Medali Perak Tinju Welter Ringan Asian Games 1966

Di Asian Games 1970 yang kembali digelar di Bangkok setelah Seoul mundur dari tuan rumah, atlet Sumut kembali berkontribusi menyumbangkan medali bagi Indonesia. Di cabang olahraga tinju, Rudy Siregar yang juga adik dari Paruhum Siregar meraih medali perunggu kelas berat ringan 81 kg.

Rudy Siregar meraih Medali Perunggu Tinju Kelas Berat Ringan Asian Games 1970

Di cabang olahraga polo air putra, Indonesia sukses meraih medali perunggu. Di tim polo air ini terdapat empat atlet asal Sumut, yaitu Tengku Achmadsjah, Tengku Kamrol, Pandapotan Nasution, dan Zakaria Nasution.

Di Asian Games 1974 yang digelar di Teheran, atlet Sumut kembali turut berpartisipasi. Namun, sayang, atlet Sumut gagal menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia.

Di Asian Games 1978 yang digelar di Bangkok, atlet Sumut kembali berkontribusi menyumbangkan medali bagi Indonesia. Di cabang olahraga tinju, Krismanto meraih medali perunggu kelas berat 91 kg.

Krismanto meraih Medali Perunggu Tinju Kelas Berat Asian Games 1978

Di Asian Games 1982 dan 1986 yang digelar di New Delhi dan Seoul, atlet Sumut kembali turut berpartisipasi. Namun, sayang, tidak ada yang menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia.

Di Asian Games 1990 yang digelar di Beijing, atlet Sumut kembali berkontribusi menyumbangkan medali bagi Indonesia. Di cabang olahraga tinju, Hendrik Simangunsong meraih medali perunggu kelas menengah ringan 71 kg. Hendrik Simangunsong mengikuti jejak kedua tulangnya (paman), yaitu Paruhum Siregar dan Rudy Siregar yang sukses meraih medali di Asian Games.

Hendrik Simangunsong meraih Medali Perunggu Tinju Kelas Menengah Ringan di Asian Games 1990

Di Asian Games 1994 yang digelar di Hiroshima, Jepang, atlet Sumut kembali berkontribusi menyumbangkan medali bagi Indonesia. Di cabang olahraga karate, Nilawati Daud meraih medali perunggu kumite putri 60 kg.

Nilawati Daud meraih Medali Perunggu Karate Kumite Putri di Asian Games 1994 dan 1998

Di Asian Games 1998 yang digelar di Bangkok, atlet Sumut kembali berkontribusi menyumbangkan medali bagi Indonesia. Di cabang wushu, Jainab meraih medali perunggu Taijiquan putri. Jainab sendiri mencatat sejarah sebagai atlet wushu Indonesia pertama yang meraih medali di Asian Games sejak wushu pertama kali dipertandingkan di Asian Games 1990.

Di cabang olahraga karate, Sandra Aryani meraih medali perak kumite putri 53 kg. Nilawati Daud kembali meraih medali perunggu kumite putri 60 kg seperti yang diraihnya di Asian Games 1994.

Jainab meraih Medali Perunggu Wushu Asian Games 1998

Sandra Aryani meraih Medali Perak Karate Kumite Putri 53 kg Asian Games 1998

Di Asian Games 2002 yang digelar di Busan, Korsel, tidak ada atlet Sumut yang menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia.

Di Asian Games 2006 yang digelar di Doha, Qatar, atlet Sumut kembali berkontribusi menyumbangkan medali bagi Indonesia. Di cabang karate, Mardiah Nasution meraih medali perunggu kumite putri 60 kg.

Mardiah Nasution (kanan) meraih Medali Perunggu Karate Kumite Putri 60 kg di Asian Games 2006

Di Asian Games 2010 yang digelar di Guangzhou, atlet Sumut kembali turut berpartisipasi dan kembali berkontribusi menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia. Dari cabang olahraga karate, Donny Dharmawan menyumbangkan medali perunggu dari nomor kumite 60 kg putra.

Donny Dharmawan menyumbangkan Medali Perunggu dari Karate nomor Kumite 60 kg putra Asian Games 2010

Di Asian Games 2014 yang digelar di Incheon, Korsel, atlet Sumut kembali berkontribusi menyumbangkan medali bagi Indonesia. Pada Asian Games 2014 ini, atlet Sumut mencatat sejarah untuk pertama kalinya menyumbangkan medali emas bagi kontingen Indonesia di Asian Games. Medali emas disumbangkan oleh atlet wushu Juwita Niza Wasni yang meraih medali emas nomor Nanquan putri.

Selain itu, atlet Sumut juga meraih medali perak di cabang olahraga wushu melalui Lindswell Kwok yang meraih medali perak nomor Taijiquan putri.

Lindswell Kwok meraih Medali Emas Wushu nomor Taijiquan Putri di Asian Games 2018.Sebelumnya di Asian Games 2014 Lindswell meraih Medali Perak

Di Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta dan Palembang, atlet Sumut kembali berkontribusi menyumbangkan medali bagi Indonesia. Pada Asian Games 2018 ini, kembali atlet Sumut mencatat sejarah untuk kedua kalinya membuat Indonesia Raya berkumandang dan Merah Putih berkibar di tempat tertinggi setelah menyumbangkan medali emas bagi kontingen Indonesia di Asian Games. Medali emas disumbangkan oleh atlet wushu Lindswell Kwok yang meraih medali emas nomor Taijiquan putri.

Selain itu, atlet Sumut juga meraih medali perunggu di cabang olahraga karate melalui Jintar Simanjuntak yang meraih medali perunggu nomor kumite putra 67 kg. Bagi Jintar Simanjuntak sendiri, medali perunggu ini menjadi kado manis penutup kariernya di karate.

Jintar Simanjuntak meraih Medali Perunggu Karate nomor Kumite Putra 67 kg di Asian Games 2018.

Di Asian Games 2022 yang digelar tahun 2023 di Hangzhou, China, atlet wushu Sumut kembali membuat Indonesia Raya berkumandang dan Merah Putih berkibar di tempat tertinggi setelah menyumbangkan medali emas bagi kontingen Indonesia. Medali emas dipersembahkan oleh Harris Horatius yang meraih medali emas nomor Nanquan putra.

Harris Horatius meraih Medali Emas Wushu nomor Nanquan Putra di Asian Games 2022 Hangzhou

Selain menyumbangkan medali emas, atlet wushu asal Sumut juga berkontribusi menyumbangkan satu medali perak bagi kontingen Indonesia. Medali perak diraih oleh Samuel Marbun yang meraih medali perak dari nomor Sanda 65 kg.

Samuel Marbun meraih Medali Perak Wushu dari nomor Sanda 65 kg di Asian Games 2022 Hangzhou

Sungguh prestasi yang cukup baik dari pembinaan wushu di Sumut yang konsisten menyumbangkan medali emas bagi Indonesia di tiga Asian Games berturut-turut pada 2014, 2018, dan 2022.

Di Asian Games 2026 yang berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, sayang sekali tidak ada atlet asal Sumut yang meraih medali emas. Namun, dua atlet Sumut, yaitu Leica Al Humairah Lubis (karate) dan Fereddy Sinaga (wushu sanda), berhasil meraih medali perunggu.

Fereddy Sinaga peraih Medali Perunggu Wushu Shanda dan Leica Al Humairah Lubis peraih Medali Perunggu Karate Kumite Putri Asian Games 2026

Semoga pada Asian Games 2030 yang akan berlangsung di Doha, Qatar, atlet asal Sumut akan kembali sukses meraih medali emas. Sebuah tantangan yang harus dijawab oleh seluruh stakeholder olahraga Sumut. WASPADA.id

Penulis adalah pemerhati olahraga

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement