Bonus MTQ untuk Sang Juara: Sepeda Motor, Air Mata, dan Cahaya Qur’ani dari Aceh Utara

"Prestasi hanyalah jejak, cahaya Qur’anlah yang abadi menuntun jiwa.” — Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil.
Di halaman penuh khidmat, sebuah momen sederhana berubah menjadi kisah yang menyentuh. Raisya Annazira, Juara I Nasional Hifzil Qur’an, menerima hadiah sepeda motor Honda Scoopy merah-hitam langsung dari tangan Bupati Aceh Utara, Ayah Wa. Hadiah itu bukan sekadar benda, melainkan simbol kebanggaan atas perjuangan generasi Qur’ani.
Ayah Wa tampak berkaca-kaca. Suaranya bergetar saat menyampaikan amanat, seolah setiap kata lahir dari kedalaman hati. “Kalian telah membuktikan bahwa anak-anak Aceh Utara mampu berdiri sejajar, bersaing, dan menorehkan nama daerah dalam lembaran prestasi,” ucapnya penuh haru.
Penyerahan hadiah dan bonus ini berlangsung di hadapan peserta apel gabungan di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Kecamatan Lhoksukon, Senin (5/10/2026) pagi.
Tak berhenti di situ, apresiasi juga mengalir kepada para juara lain di MTQ XXXI Semarang, Jawa Tengah. Qaisal Ridha, Juara III cabang Khattil Qur’an Golongan Kaligrafi Digital Putra, bersama Ahyar Ar Rayyan, Nailul A’rifa, Amaliya Ash Shalihah, dan Sych Marzawi, menerima bonus Rp5 juta sebagai bentuk penghargaan atas kiprah mereka di panggung nasional.

Lebih dari sekadar apresiasi, Ayah Wa mengaitkan kemenangan ini dengan sejarah panjang Samudera Pasai. Baginya, lantunan ayat Al-Qur’an bukan hanya suara merdu, melainkan gema peradaban Islam yang pernah berlayar dari tanah Aceh, menyalakan ilmu dan cahaya di Nusantara.
Momentum 800 tahun Aceh Utara pun dijadikan pengingat: kejayaan masa lalu bukan untuk dikenang semata, tetapi harus diteruskan. Dari panggung MTQ hingga hadiah sederhana, semangat itu terus hidup—menjadi cahaya baru bagi generasi Qur’ani Aceh Utara.
Informasi yang berhasil Waspada.id dapatkan dari Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Utara, Hadaini, bonus untuk sang juara pada MTQ Nasional XXXI Semarang, Jawa Tengah, bersumber dari Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil.
Bonus untuk Juara MTQ XXXVII Aceh Tahun 2025
Sementara itu, pada MTQ XXXVII Aceh Tahun 2025 di Kabupaten Pidie Jaya, Kafilah Aceh Utara kembali menorehkan sejarah dengan deretan gelar juara. Kepada para juara, Ayah Wa ikut memberikan bonus uang tunai masing-masing Rp5 juta. Uang bonus ini bersumber dari APBK Tahun 2026.
Juara I: Nailul A’rifa (Tartil Putri), Raisya Annazira (Hifzil Qur’an 30 Juz Putri), Muhammad Nawal Mubarak (Tafsir Bahasa Arab Putra), Amaliya Ash Shalihah (Tafsir Bahasa Arab Putri), Sych Marzawi (Khattil Qur’an Hiasan Mushaf Putra), Ahyar Ar Rayyan (Khattil Qur’an Kontemporer Putra), Qaisal Ridha (Khattil Qur’an Kaligrafi Digital Putra).
Juara II: Elvina Zuhra (Hifzil Qur’an 20 Juz Putri), Hufaizha Tazkira (Khattil Qur’an Kaligrafi Digital Putri).
Juara III: Abidzar Al-Ghifari (Tartil Putra), Shabran Sakura (Hafalan Hadis 100 Hadis dengan Sanad Putra), Zahira Husaini (Hafalan Hadis 100 Hadis dengan Sanad Putri), Bizzaqul Junfi Hanif (Hafalan Hadis 500 Hadis tanpa Sanad Putra), Miftahul Jannah (Hafalan Hadis 500 Hadis tanpa Sanad Putri), serta tim Syarhil Qur’an Putra (Muhammad Al-Walid MZ, Amzar Al-Ehyar, Muhammad Luthfi).
Ayah Wa menegaskan, kemenangan ini bukan sekadar angka penilaian, melainkan gema sejarah Samudera Pasai. Dari tanah yang pernah menjadi pintu masuk cahaya Islam, lantunan ayat suci kini kembali menyalakan semangat ilmu dan peradaban.
Momentum 800 tahun Aceh Utara pun dijadikan pengingat: kejayaan masa lalu bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus diteruskan. Dari hadiah sederhana hingga bonus prestasi, semangat Qur’ani terus berdenyut—menjadi cahaya baru bagi generasi Aceh Utara. (Maimun Asnawi, S.H.I., M.Kom.I/WASPADA.id)


















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda