Breaking News
Memuat breaking news...

Olah Limbah Pertanian Jadi Biochar, Tim Riset MAN IC Tapsel Raih Juara 2

Redaksi
Redaksi
Minggu, 18 Oktober 2026 - 10.38 PM WIB
Olah Limbah Pertanian Jadi Biochar, Tim Riset MAN IC Tapsel Raih Juara 2
Tim Riset MAN IC Tapsel meraih juara 2 nasional dalam ajang SOBAT BUMI Envirofest 2026. (Waspada.id/ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

TAPSEL (Waspada.id): Tim riset Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Tapanuli Selatan (Tapsel) kembali mengukir prestasi membanggakan dengan meraih juara 2 tingkat nasional dalam ajang SOBAT BUMI Envirofest 2026 yang diselenggarakan PT United Tractors Tbk.

Prestasi tingkat nasional tersebut diraih Tim Riset MAN IC Tapsel melalui inovasi bertajuk “Tapsel Biochar Movement: Gerakan Desa Karbon Positif Mengembalikan Karbon ke Tanah. Stop Bakar! Mulai Subur”. Hasil riset ini telah diuji publik bersama masyarakat Desa Situmba, Kecamatan Sipirok, Tapsel, pada September 2026.

Kepala MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan, Abdul Hakim Siregar, S.Pd.I., M.S.I., Minggu (18/10/2026), mengaku bangga atas capaian yang ditorehkan muridnya dalam ajang bergengsi tingkat nasional, SOBAT BUMI Envirofest 2026, yang diselenggarakan PT United Tractors Tbk.

Dijelaskan, tim riset MAN IC yang diberi nama Tim SOMI terdiri atas lima murid, yakni Sahira Latifa, Muhammad Maulana Siregar, Atika Aufa Pracha, Nazwa Amelia Pospos, dan Rofiqoh Adzkia Dalimunthe, dengan guru pembimbing Mis Ariska Ainun Jamila Rambe, S.Si.

Tim SOMI mengembangkan inovasi melalui riset yang mengangkat pemanfaatan limbah pertanian menjadi biochar sebagai upaya mengurangi pembakaran terbuka dan mendukung perbaikan kualitas tanah.

Gagasan ini mendorong masyarakat untuk mengelola limbah pertanian secara lebih berkelanjutan sekaligus mengembalikan karbon ke tanah. Dengan demikian, selain menghindari polusi udara akibat pembakaran limbah pertanian, kesuburan tanah juga dapat ditingkatkan.

Proyek lingkungan yang dijalankan Tim Riset MAN IC Tapsel dalam kompetisi SOBAT BUMI Envirofest 2026 tersebut dimulai pada Juni hingga pengumuman akhir pada Oktober 2026. Hasilnya, tim tersebut berhasil meraih juara 2.

Olah Limbah Pertanian Jadi Biochar, Tim Riset MAN IC Tapsel Raih Juara 2

Tim Riset MAN IC Tapsel yang meraih juara 2 dalam ajang SOBAT BUMI Envirofest 2026 berfoto bersama. (Waspada.id/ist)

Prestasi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi siswa MAN IC Tapanuli Selatan dalam menghadirkan gagasan berbasis riset yang peduli lingkungan dan berangkat dari potensi lokal.

"Melalui Tapsel Biochar Movement, Tim SOMI menunjukkan bahwa permasalahan lingkungan di sekitar masyarakat dapat menjadi titik awal lahirnya inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan," ujar Kepala MAN IC Tapsel.

Abdul Hakim berharap pencapaian juara 2 dalam SOBAT BUMI Envirofest 2026 dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan kreativitas, memperkuat budaya riset, dan menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta lingkungan.

Ditanya tentang motivasi melakukan riset biochar, ia menjelaskan bahwa kebiasaan membakar limbah pertanian yang masih dilakukan sebagian masyarakat menjadi tantangan lingkungan yang perlu diatasi.

Ubah Limbah Jadi Sumber Daya

Kepala MAN IC Tapsel, Abdul Hakim Siregar, mengungkapkan bahwa biochar merupakan material kaya karbon yang dihasilkan melalui pemanasan biomassa, seperti sekam padi, jerami, atau sisa tanaman lainnya, dengan pasokan oksigen yang terbatas.

"Berbeda dengan pembakaran terbuka yang melepaskan asap dan berbagai polutan ke udara, pembuatan biochar dilakukan melalui proses yang terkendali. Jika diproduksi dan digunakan dengan tepat, biochar berpotensi membantu memperbaiki karakteristik tanah, meningkatkan kemampuan tanah menahan air, serta menyimpan sebagian karbon dalam bentuk yang relatif stabil," ungkapnya.

Olah Limbah Pertanian Jadi Biochar, Tim Riset MAN IC Tapsel Raih Juara 2

Tim Riset MAN IC Tapsel berfoto bersama warga Desa Situmba, Kecamatan Sipirok, Tapsel. (Waspada.id/ist)

Meski demikian, manfaat biochar bergantung pada bahan baku, metode produksi, karakteristik tanah, dan cara penggunaannya. Karena itu, penerapan inovasi ini perlu disertai pengujian dan pendampingan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Melalui Tapsel Biochar Movement, Tim SOMI mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap limbah pertanian. Sisa tanaman yang selama ini dianggap tidak berguna dapat menjadi sumber daya alternatif apabila dikelola dengan pengetahuan dan teknologi yang tepat.

Pesan “Stop Bakar! Mulai Subur” menjadi inti gerakan tersebut. Masyarakat didorong untuk mengurangi pembakaran terbuka sekaligus mulai menerapkan pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.

Atas prestasi yang ditorehkan muridnya, Abdul Hakim menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing, Mis Ariska Ainun Jamila Rambe, S.Si., yang telah melakukan pendampingan sehingga banyak siswa MAN IC meraih prestasi. (id46)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement