Peringati Jasa Guru Patimpus, Merdang Merdem Digelar di Lapangan Benteng


MEDAN (Waspada.id): Mengenang jasa Guru Patimpus Sembiring Pelawi sebagai pendiri Kota Medan, Kerja Tahun Kuta Medan atau Merdang Merdem akan digelar di Lapangan Benteng, Jalan Pengadilan No. 1 Medan, Sabtu (17/10). Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-436 Kota Medan.
Cucu Guru Patimpus Sembiring Pelawi, Sidarta Sembiring Pelawi MBA, kepada wartawan, Jumat (9/10), mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengingatkan masyarakat terhadap sejarah dan jasa Guru Patimpus dalam merintis kawasan yang kini berkembang menjadi Kota Medan.
Dia menjelaskan, Guru Patimpus disebut membuka kawasan hutan belantara dan mendirikan Rumah Madan atau Sapo-Sapo, yakni pondok pengobatan tradisional, di wilayah yang kemudian berkembang menjadi pusat permukiman.
Kawasan awal Kota Medan berada di antara Sungai Babura dan Sungai Deli, tepatnya di sekitar lokasi Tugu atau Monumen Guru Patimpus Sembiring Pelawi.
Dalam kegiatan tahun ini, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menjadi Dewan Pembina, sedangkan Sidarta Sembiring Pelawi bertindak sebagai Dewan Penasihat. Freddy Sembiring Pelawi menjadi penanggung jawab kegiatan, sementara Datoq Adil Freddy Haberham Sembiring Pelawi menjabat ketua panitia.
Panitia menyebutkan, pelaksanaan Merdang Merdem kali ini melibatkan garis keturunan Guru Patimpus Sembiring Pelawi bersama Anak Beruna se-Sumatera Utara.
Mereka berharap kegiatan tersebut berlangsung khidmat sebagai perwujudan tradisi dan budaya Karo, sekaligus meriah sebagai bentuk penghormatan kepada Guru Patimpus. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana memperkenalkan sejarah dan budaya kepada generasi muda Kota Medan, khususnya generasi Karo.
Sidarta mengatakan, momentum ini diharapkan menjadi ajang mempererat persatuan masyarakat Karo, khususnya keluarga besar Sembiring Pelawi sebagai garis keturunan yang memiliki keterkaitan sejarah dengan pendirian Kota Medan.
Menurutnya, masyarakat perlu terus diingatkan tentang sejarah terbentuknya Kota Medan dan sosok yang berperan dalam merintis kawasan tersebut.
Dia juga mengundang seluruh generasi muda Kota Medan sebagai kota multietnis untuk menghadiri kegiatan itu. Undangan secara khusus disampaikan kepada keluarga Sembiring Pelawi dari Rumah Tanduk dan Rumah Tersek di Desa Ajijahe, Perbaji Langkat dan Binjai, serta Amparen Pirak, Deli Serdang, termasuk keluarga yang memiliki keterkaitan dengan kawasan Kuta Madaan dan Istana Maimun.
Selain itu, panitia mengundang empat kelompok kalimbubu Sierkimbang yang disebut berkaitan dengan empat istri Guru Patimpus Sembiring Pelawi. Keempat kelompok tersebut yakni Merga Sinuhaji Rumah Julu Ajijahe Aji Siempat, Sinuhaji Ajijahe Rumah Jahe, Bangun Pernampean Batu Karang Perbaji, serta Tarigan Silangit Desa Lama Amparen Pirak, Deli Tua, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai.
Merdang Merdem terbuka untuk umum dan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 24.00 WIB di Lapangan Benteng, Jalan Pengadilan No. 1 Medan, pada 17 Oktober 2026.
Panitia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga momentum memperkuat persatuan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap sejarah serta warisan budaya Kota Medan. (m31)


















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda