Breaking News
Memuat breaking news...

Pertanian Modern dan Kesuburan Tanah Jadi Kunci Swasembada Pangan, Generasi Muda Diajak Berperan Aktif

Redaksi
Redaksi
Senin, 21 September 2026 - 1.13 PM WIB
Pertanian Modern dan Kesuburan Tanah Jadi Kunci Swasembada Pangan, Generasi Muda Diajak Berperan Aktif
Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan menggelar Millennial Agriculture Forum (MAF) Vol. 7 Edisi 38 secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (19/9/2026).
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan menggelar Millennial Agriculture Forum (MAF) Vol. 7 Edisi 38 secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (19/9/2026). Bertema "Implementasi PM‑AAS melalui Inovasi dan Teknologi Kesuburan Tanah untuk Optimalisasi Produktivitas Pangan Berkelanjutan", forum ini mengundang generasi muda milenial dan Zilenial untuk berperan aktif menjaga ketahanan pangan nasional.

Perhatian penuh diberikan oleh pimpinan tertinggi Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan pesan kunci melalui arahan strategis yang disampaikan dalam forum ini.

"Kita tidak boleh mengorbankan tanah demi hasil panen yang tinggi hari ini. Pertanian modern harus berbasis pada kesuburan tanah yang berkelanjutan. PM‑AAS adalah jalan menuju swasembada pangan yang tidak hanya cukup hari ini, tetapi tetap lestari untuk anak cucu kita nanti," kata Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa pertanian modern bukan soal hasil tinggi saja, tapi menyeimbangkan panen dengan kesehatan tanah. Generasi muda adalah kunci agar teknologi ini bisa berjalan di seluruh Indonesia.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin menegaskan bahwa penguatan SDM pertanian adalah fondasi utama swasembada pangan. Tanpa SDM pertanian yang kuat, inovasi dan teknologi tidak akan berjalan.

"Kita butuh petani muda yang tidak hanya menguasai teknik budidaya, tetapi juga memahami kesuburan tanah dan keberlanjutan ekosistem pertanian," kata Muhammad Amin.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur 3 Polbangtan Medan, Tience Pakpahan mewakili Direktur Polbangtan Medan. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya modernisasi pertanian yang tidak hanya mengejar hasil tinggi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lahan.

"Pertanian Modern, Advanced Agricultural System (PM‑AAS) bukan sekadar menaikkan hasil panen, melainkan menyeimbangkan produktivitas dengan kesehatan tanah agar pangan Indonesia tetap terjaga untuk generasi mendatang. Generasi muda adalah kunci utama adopsi teknologi ini," kata Tience.

Pada kesempatan lain, Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap menyampaikan bahwa Polbangtan terus berkomitmen mencetak SDM pertanian yang inovatif dan adaptif.

"Polbangtan Medan hadir sebagai wadah bagi generasi muda untuk belajar, berinovasi, dan memimpin transformasi pertanian. Melalui MAF, kami ingin menjembatani ilmu pengetahuan dengan praktik lapangan demi pertanian yang maju, mandiri, dan modern," kata Nurliana Harahap.

Forum menghadirkan tiga narasumber kompeten yang membahas aspek teknis, kebijakan dan ilmiah Implementasi PM‑AAS untuk Meningkatkan Produktivitas Padi.

Narasumber pertama Mulyono, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Sumatera Utara menjelaskan prinsip utama PM‑AAS seperti Tanam benih langsung (Tabela) tanpa persemaian, hemat biaya dan tenaga, Populasi tanaman rapat dengan pola 4:1 maupun 6:1, mencapai 800.000–1.200.000 tanaman per hektare, Pengelolaan air AWD (Alternate Wetting Drying) genang kering bergantian, hemat air tanpa turunkan hasil, Pemupukan berbasis uji tanah dan penggunaan pupuk silika untuk memperkuat batang dan mencegah rebah dan Panen tepat waktu saat 80–85% bulir menguning, menggunakan mesin panen untuk efisiensi.

Hasil penerapan PM‑AAS di berbagai daerah menunjukkan produktivitas rata‑rata di atas 10 ton/ha, bahkan mencapai 11,8 ton/ha di Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Fariz Haholongan Hutagalung, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara memaparkan potensi besar Sumatera Utara dengan 319.560 hektare lahan sawah. Tantangan utama saat ini adalah penurunan kesuburan tanah akibat ketergantungan pupuk anorganik.

Pupuk hayati menjadi solusi strategis karena memperbaiki fungsi biologi tanah melalui mikroorganisme bermanfaat, menambat nitrogen, melarutkan fosfat, dan menekan patogen tanah, mengurangi biaya produksi dan menjaga keberlanjutan lahan dan peran pupuk hayati dalam menjaga kesuburan tanah.

Narasumber berikutnya, Mariani Sembiring, Dosen Pertanian Universitas Sumatera Utara menjelaskan bahwa kesuburan tanah mencakup aspek fisik, kimia, dan biologi. Pupuk hayati bekerja melalui mikroba yang mengubah hara organik menjadi mineral yang terserap tanaman. Penelitian menunjukkan kombinasi pupuk hayati dengan pupuk kimia dosis 50% dapat meningkatkan serapan hara dan hasil setara dengan dosis penuh, sekaligus menjaga kesehatan tanah jangka panjang.

Forum yang dimoderatori oleh Abrar Ashari Siregar, alumni Polbangtan Medan sekaligus Penyuluh Pertanian Provinsi Sumatera Utara — berjalan interaktif dan hangat.

Para narasumber sepakat bahwa PM‑AAS meningkatkan produktivitas padi secara signifikan, pupuk hayati melengkapi pemupukan kimia untuk menjaga kesuburan tanah, generasi muda harus menjadi pelopor adopsi teknologi pertanian modern dan berkelanjutan.

Acara diakhiri dengan harapan agar MAF terus menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan generasi muda untuk mewujudkan pertanian maju, pangan kuat, masa depan hebat.

Kegiatan berlangsung melalui Zoom Meeting dengan dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. (Rel)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement