UT Gelar ISST dan SEMIRATA 2026, Perkuat Kolaborasi Riset Berkelanjutan


TANGERANG SELATAN (Waspada.id): Universitas Terbuka (UT) melalui Fakultas Sains dan Teknologi menyelenggarakan The 6th International Seminar of Science and Technology (ISST) 2026 yang dirangkaikan dengan Seminar dan Rapat Tahunan BKS-PTN Wilayah Barat Bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (SEMIRATA), pada 12–13 Oktober 2026 di UT Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan.
Mengusung tema “Advancing Science and Technology for Sustainable Environment and Resource Management”, ISST 2026 diikuti 117 presenter dan 186 peserta nonpresenter dari Indonesia, Malaysia, Pakistan, Aljazair, dan Singapura. Forum ini bertujuan memperluas pertukaran gagasan ilmiah sekaligus memperkuat kolaborasi riset antarnegara dan perguruan tinggi.
Rektor UT Prof. Dr. Ali Muktiyanto dalam sambutan melalui video mengatakan, forum tersebut menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan pengambil kebijakan untuk bertukar gagasan serta mengembangkan inovasi dalam menghadapi tantangan lingkungan global.
“Kolaborasi lintas negara dan perguruan tinggi diharapkan menghasilkan rekomendasi berbasis riset dan inovasi teknologi yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) serta visi Indonesia Emas 2045,” ujar Ali.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UT Prof. Rahmat Budiman mengatakan, penyelenggaraan ISST dan SEMIRATA dalam satu rangkaian menggabungkan diseminasi hasil penelitian dengan penguatan koordinasi kelembagaan antarperguruan tinggi.
Menurutnya, tema keberlanjutan dalam ISST dan pembahasan hilirisasi serta komersialisasi penelitian dalam SEMIRATA menegaskan pentingnya menghubungkan pengembangan sains dengan kebutuhan masyarakat.
“Dampak dari upaya tersebut bergantung pada tindak lanjut penelitian, keberlanjutan kolaborasi, serta pemanfaatan hasil riset setelah forum selesai dilaksanakan,” kata Rahmat.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UT Dr. Subekti Nurmawati mengatakan, ISST 2026 menghadirkan Dr. Berry Juliandi, Sekretaris Jenderal MIPAnet, sebagai pembicara utama (keynote speaker).
Sesi pleno juga menghadirkan empat pembicara internasional, yakni Professor Edward Aspinall dari Australian National University, Australia; Professor Dr. Eng. Muhammad Aziz dari Tohoku University, Jepang; Dr. Bruce Alberts dari University of California, San Francisco, Amerika Serikat; serta Dr. Somporn Chuai-Aree dari Prince of Songkla University, Thailand.
Subekti berharap sesi pleno dan diskusi dapat memperluas wawasan peserta mengenai perkembangan sains dan teknologi sekaligus membuka peluang kerja sama penelitian.
Sementara itu, Ketua ISST 2026 Dr. Sitta Alief Farihati menjelaskan, kegiatan ini dilengkapi sesi paralel untuk memberikan kesempatan kepada presenter memaparkan hasil penelitian, memperoleh masukan, dan menjajaki kolaborasi akademik.
Diseminasi karya ilmiah juga didukung peluang publikasi melalui prosiding daring ber-ISSN, jurnal Fakultas Sains dan Teknologi UT, jurnal mitra, serta kanal publikasi nasional dan internasional lainnya.
Pengembangan ekosistem penelitian turut melibatkan mahasiswa melalui Student Research Poster Competition. Sebanyak 31 poster terpilih sebagai finalis dalam empat subtema. Penilaian dilakukan secara daring satu minggu sebelum kegiatan, sedangkan poster finalis dipamerkan selama ISST 2026.
“Penghargaan Best Paper, Best Presenter, dan Best Student Research Poster diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas penelitian, presentasi ilmiah, dan karya mahasiswa,” ujar Sitta.
Pada rangkaian SEMIRATA, Wakil Ketua BKS-PTN Barat Dr. Eng. Heri Satria mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang koordinasi bagi perguruan tinggi negeri di wilayah Barat untuk memperkuat kerja sama di bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).
SEMIRATA 2026 diikuti 113 peserta dari 20 perguruan tinggi, yang terdiri atas dekan, wakil dekan, ketua jurusan, ketua program studi, serta staf fakultas.
Pada 13 Oktober 2026, agenda dilanjutkan melalui Knowledge Sharing & Organizational Meetings dengan dua topik utama, yaitu “Diseminasi Instrumen LAMSAMA IAPS 3.0” serta “Hilirisasi dan Komersialisasi Hasil Penelitian”.
Kedua topik tersebut membahas penguatan penjaminan mutu akademik dan pemanfaatan hasil penelitian agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat maupun dunia industri. Melalui rangkaian ISST dan SEMIRATA 2026, UT mendorong penguatan kolaborasi akademik sekaligus pemanfaatan riset untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.(id11)



















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda