14 Pejabat UPTD Puskesmas di Pidie Dilantik dan Dikukuhkan

SIGLI (Waspada.id): Sebanyak 14 pejabat tercatat mendapat penugasan baru di jajaran UPTD Puskesmas Kabupaten Pidie. Mereka ditempatkan melalui skema mutasi, promosi, serta penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) untuk memimpin sejumlah puskesmas di wilayah tersebut.
Pelantikan dan pengukuhan berlangsung di Pendopo Bupati Pidie, Rabu (7/10/2026), dan dilakukan langsung oleh Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah. Prosesi tersebut menjadi bagian dari penataan dan penyegaran kepemimpinan pada jajaran UPTD Puskesmas di Kabupaten Pidie.
Berdasarkan daftar penugasan, perubahan jabatan mencakup sejumlah pejabat yang mendapat amanah baru melalui mutasi maupun promosi. Selain itu, terdapat dua pejabat yang dipercaya menjalankan tugas sebagai Plt. kepala puskesmas.
Dalam mutasi tersebut, dr Siti Husna dipercaya sebagai Kepala UPTD Puskesmas Mutiara Kabupaten Pidie. Kemudian Ns Jufrida, S.Kep. sebagai Kepala UPTD Puskesmas Padang Tiji, Tamrin, SKM, MKM sebagai Kepala UPTD Puskesmas Titeue, dan Mulyadi, SKM, MKM sebagai Kepala UPTD Puskesmas Keumala.
Mutasi juga mencakup dr Zaharamutia sebagai Kepala UPTD Puskesmas Indrajaya, dr Nora Asrida sebagai Kepala UPTD Puskesmas Kembang Tanjong, Bakhtiar, SKM sebagai Kepala UPTD Puskesmas Teupin Raya, serta Juliati, SST, M.Kes sebagai Kepala UPTD Puskesmas Glumpang Tiga.
Sementara itu, sejumlah pejabat mendapat promosi. Mawardi, SKM dipercaya sebagai Kepala UPTD Puskesmas Mutiara Barat Kabupaten Pidie. Promosi juga diberikan kepada dr Nabila Helmi sebagai Kepala UPTD Puskesmas Muara Tiga, dr Zilvi Lia Safira sebagai Kepala UPTD Puskesmas Geumpang, serta Muhammad Daud, S.K.M. sebagai Kepala UPTD Puskesmas Mila Kabupaten Pidie.

Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah foto bersama para pejabat dan peserta usai pelantikan dan pengukuhan di Pendopo Bupati Pidie. Waspada.id/Ist
Selain jabatan definitif, Yusnidar, A.Mk ditunjuk sebagai Plt. Kepala UPTD Puskesmas Tangse, sedangkan Dessy Diana Tambayong, S.Tr.Keb. sebagai Plt. Kepala UPTD Puskesmas Batee Kabupaten Pidie.
Mutasi Harus Berujung pada Perbaikan Pelayanan
Menanggapi penataan tersebut, Amrizal, S.KM., pemerhati kesehatan dan lingkungan, mengatakan mutasi dan promosi pejabat puskesmas merupakan bagian dari tata kelola pemerintahan yang wajar. Namun, menurutnya, kebijakan tersebut perlu diikuti evaluasi berbasis kinerja dan kebutuhan pelayanan di masing-masing wilayah.
“Mutasi jangan berhenti pada pergantian nama dan jabatan. Yang lebih penting adalah apa perubahan yang dihasilkan setelah seorang pejabat ditempatkan di posisi baru. Jangan sampai rotasi justru membuat pelayanan kembali beradaptasi terlalu lama,” kata Amrizal.
Ia menilai, penempatan kepala puskesmas idealnya mempertimbangkan kompetensi, pengalaman, karakteristik wilayah, serta persoalan kesehatan masyarakat setempat.
“Setiap wilayah memiliki persoalan kesehatan yang berbeda. Karena itu, kepala puskesmas harus mampu membaca kebutuhan wilayah kerjanya, bukan hanya menjalankan rutinitas administratif,” ujarnya.
Menurut Amrizal, ukuran keberhasilan mutasi pada akhirnya harus terlihat dari pelayanan yang diterima masyarakat.
“Ukuran akhirnya sederhana, apakah masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih mudah, cepat dan berkualitas. Kalau setelah mutasi indikator pelayanan tidak bergerak, maka mutasi harus dievaluasi secara objektif,” katanya.
Ia berharap para pejabat yang baru dilantik tidak menjadikan pergantian jabatan sebatas perubahan posisi struktural, tetapi sebagai momentum untuk memperkuat pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Jabatan itu amanah. Karena itu, yang perlu ditunggu masyarakat bukan siapa yang menempati kursinya, tetapi apa yang berubah dari pelayanan setelah mereka berada di sana,” pungkasnya. (Id69)


















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda