Breaking News
Memuat breaking news...

41 Tahun Menanti, Jalan Lingkar Ujung Padang Abdya Mulai Diaspal

Redaksi
Redaksi
Rabu, 23 September 2026 - 7.26 PM WIB
41 Tahun Menanti, Jalan Lingkar Ujung Padang Abdya Mulai Diaspal
Jalan Lingkar Gampong Ujung Padang, Kecamatan Susoh, Abdya, sepanjang sekitar tiga kilometer, mulai ditangani setelah puluhan tahun dinantikan warga, Rabu (23/9).Waspada.id/Syafrizal
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BLANGPIDIE (Waspada.id): Setelah menunggu sekitar empat dekade, warga Gampong Ujung Padang, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya (Abdya), akhirnya mulai menikmati pengaspalan jalan lingkar gampong yang dibuka sejak 1985.

Pemkab Abdya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), mulai mengerjakan pengaspalan tahap pertama, sepanjang 350 meter.

Plt Kepala Dinas PUPR Abdya, Rahwadi Rabu (23/9) mengatakan, pekerjaan tersebut dibiayai Dana Alokasi Umum (DAU) 2026, dengan pagu sekitar Rp933 juta. “Peningkatan jalan di Ujung Padang, merupakan bagian dari perhatian pemerintah, terhadap ruas jalan yang sudah lama belum tersentuh pengaspalan,” kata Rahwadi.

Ruas jalan lingkar Ujung Padang secara keseluruhan mencapai sekitar tiga kilometer. Menurut Rahwadi, penanganan sisanya akan dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.

Keuchik Ujung Padang, Tgk Sulaiman, menyambut baik pengaspalan tersebut. Ia menyebut jalan itu memiliki fungsi penting karena menjadi akses warga menuju permukiman, gampong sekitar dan kawasan pertanian. “Jalan ini dibuka sejak 1985. Alhamdulillah, tahun ini baru mulai tersentuh aspal,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan tidak berhenti pada tahap awal, tetapi dapat dilanjutkan hingga seluruh ruas jalan lingkar sepanjang tiga kilometer tertangani.(id82)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement