65 Pengumpul Batu Pesisir Ujong Tanoh Terima Gerobak Sorong dari Pemkab Abdya

BLANGPIDIE (Waspada.id): Sebanyak 65 pelaku usaha pengumpul batu putih hias di kawasan pesisir Gampong Ujong Tanoh, Kecamatan Lembah Sabil, Aceh Barat Daya (Abdya), menerima bantuan gerobak sorong dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Abdya, Selasa (22/9).
Bantuan tersebut diberikan untuk memudahkan warga mengangkut batu pesisir yang selama ini menjadi sumber penghasilan, sekaligus meningkatkan produktivitas usaha masyarakat setempat.
Penyerahan bantuan dilakukan Wakil Bupati Abdya, Zaman Akli, bersama Ketua DPRK Abdya Roni Guswandi, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Zedi Saputra, serta sejumlah pejabat Pemkab Abdya.

Kepala Diskop UKM Perindag Abdya, Zedi Saputra, mengatakan kawasan pesisir Ujong Tanoh memiliki potensi ekonomi yang cukup khas. Batu-batu berukuran kecil dengan warna putih, abu-abu hingga hitam, terbawa aliran Krueng Baru ke laut dan kemudian terhempas kembali ke kawasan pantai.
Potensi tersebut dimanfaatkan masyarakat, terutama kaum ibu, dengan mengumpulkan dan menjual batu untuk kebutuhan dekorasi taman, rumah maupun penutup makam.
“Harga jualnya berkisar Rp20.000 hingga Rp30.000 per karung. Dengan bantuan gerobak sorong, warga diharapkan lebih mudah mengangkut batu, sehingga pekerjaan menjadi lebih efektif dan produktif,” kata Zedi.
Ia menegaskan, Pemkab Abdya akan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pemanfaatan bantuan, agar benar-benar digunakan untuk mendukung usaha penerima dan memperkuat ekonomi keluarga.
Sementara itu, Wabup Zaman Akli mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen dirinya bersama Bupati Abdya Safaruddin kepada masyarakat Ujong Tanoh. “Jangan dilihat dari nilainya, tetapi manfaatkan sebaik mungkin untuk membantu mencari nafkah,” ujar Zaman Akli.
Ia juga mengajak masyarakat mengakhiri perbedaan akibat kontestasi politik dan kembali membangun kebersamaan. Menurutnya, pemerintah daerah berkewajiban melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang politik.
Dalam kesempatan tersebut, Zaman Akli turut mengingatkan masyarakat agar aktivitas mencari nafkah tidak mengesampingkan kewajiban beribadah, khususnya shalat lima waktu.
“Mari tetap menjaga ibadah meskipun sibuk bekerja. Kita ingin setiap usaha dan peluh yang dikeluarkan menjadi bagian dari ikhtiar membangun keluarga sekaligus mendapat keberkahan,” katanya. (id82)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda