Breaking News
Memuat breaking news...

Amran Belum Beri Banyak Tugas ke Wamentan Baru: “Biarlah Dulu Dia Napas”

Redaksi
Redaksi
Jumat, 2 Oktober 2026 - 8.05 AM WIB
Amran Belum Beri Banyak Tugas ke Wamentan Baru: “Biarlah Dulu Dia Napas”
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman belum memberikan banyak tugas kepada Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) yang baru dilantik, Muhammad Saleh Mustafa.

Amran memilih memberikan waktu bagi mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) tersebut untuk beradaptasi setelah resmi masuk ke jajaran Kementerian Pertanian.

Muhammad Saleh Mustafa dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wamentan pada Kamis, 1 Oktober 2026. Ia mengisi posisi yang sebelumnya ditinggalkan Sudaryono setelah dipercaya menduduki jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Saat ditanya mengenai pembagian tugas Saleh sebagai Wamentan, Amran mengatakan pembahasan mengenai tugas tersebut akan dilakukan kemudian.

"Nanti kita bahas, biarlah dulu dia napas," kata Amran ketika ditanya soal tugas Saleh sebagai Wamentan, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Jumat (2/10/2026).

Tugas Wamentan Akan Dibahas Bersama

Amran mengatakan, dirinya masih akan berdiskusi dengan Saleh mengenai sejumlah tugas yang dapat dijalankan ke depan. Ia memastikan kehadiran Wamentan baru diharapkan dapat membuat pelaksanaan kerja Kementerian Pertanian semakin optimal.

"Ya nanti kita diskusi, nanti tunggu, yang jelas ini semakin optimal," katanya.

Menurut Amran, koordinasi di lingkungan Kementerian Pertanian juga akan diarahkan untuk memastikan berbagai program pertanian berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Ia menegaskan kunjungan ke daerah tetap menjadi bagian penting dari pekerjaan Kementerian Pertanian. Hal itu karena aktivitas pertanian secara langsung berada di wilayah sentra produksi, bukan di pusat pemerintahan.

"Ya harus, ini kan sawah itu di daerah ndak ada di Jakarta, jadi harus banyak cek lapangan," terangnya.

Saleh Mustafa Punya Latar Belakang Militer

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Sebelum masuk ke pemerintahan, Saleh Mustafa merupakan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad). Ia memiliki latar belakang panjang di lingkungan TNI Angkatan Darat, khususnya kecabangan Infanteri dengan spesialisasi Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Pria kelahiran Ternate, 14 Maret 1969, tersebut merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1991 dan satu angkatan dengan Jenderal Agus Subiyanto.

Tempuh Pendidikan Militer Strategis

Dalam perjalanan kariernya, Saleh Mustafa menempuh berbagai pendidikan militer, antara lain Sesarcabif, Dik PARA, dan Dik PARA utama yang memperkuat kemampuan di bidang operasi khusus.

Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa juga menyelesaikan Dik Komando pada 1992, Diklapa I dan II, serta Dikreg Seskoad.

Pendidikan strategis lainnya ditempuh melalui Sesko TNI pada 2015 dan Lemhannas. Berbagai pendidikan tersebut menjadi bagian dari pembekalan dalam menjalankan tugas kepemimpinan dan strategis di lingkungan TNI.

Pengalaman di pasukan elite juga menjadi bagian dari perjalanan karier Saleh Mustafa sebelum menduduki sejumlah posisi strategis di TNI AD.

Ia mengawali karier melalui berbagai jabatan di lingkungan Kopassus. Di antaranya pernah menjabat Komandan Batalyon 23 Grup 2/Kopassus dan Wakil Asisten Operasi (Waasops) Danjen Kopassus.

Pengalaman tersebut memperkaya rekam jejaknya dalam bidang operasional, kepemimpinan, serta penanganan berbagai tugas strategis di lingkungan militer.

Kini, pengalaman tersebut akan dibawa ke lingkungan Kementerian Pertanian setelah Saleh Mustafa dipercaya Presiden Prabowo untuk mendampingi Amran Sulaiman sebagai Wamentan. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement