Antisipasi Peredaran Narkoba, 60 Pegawai Lapas Lhoksukon Jalani Tes Urine

LHOKSUKON (Waspada.id): Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara menggelar tes urine mendadak bagi jajaran pegawainya. Kegiatan untuk mengantisipasi peredaran narkoba di Lapas diikuti 60 pegawai internal, satu orang BKO dari Kanwil, serta dua orang pegawai BKO ke Kanwil dan Bapas Lhokseumawe.
Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Muhidfuddin, Selasa (22/2) menegaskan Langkah ini dilakukan guna menindaklanjuti instruksi tegas dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) terkait komitmen pemberantasan dan pencegahan peredaran gelap narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
Pemeriksaan kesehatan dan pengambilan sampel urine ini dipimpin langsung oleh tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat internal Lapas Lhoksukon, Senin (21/9).
Tes urine diikuti 60 pegawai internal, satu orang BKO dari Kanwil, serta dua orang pegawai BKO ke Kanwil dan Bapas Lhokseumawe. Sementara 3 orang pegawai lainnya tidak mengikuti tes urine dikarenakan sedang bertugas BKO ke Kanwil dan Bapas Lhokseumawe, serta 1 orang pegawai dalam kondisi sakit.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan secara mendalam, seluruh pegawai yang mengikuti pemeriksaan dinyatakan negatif atau tidak terindikasi mengonsumsi zat adiktif maupun narkotika jenis apa pun.
bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata ketegasan pihak pemasyarakatan dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba. Hasil negatif dari seluruh pegawai ini diharapkan dapat terus dipertahankan guna menjaga kredibilitas serta profesionalisme Lapas Lhoksukon dalam menjalankan tugas pembinaan.
"Tes urine ini merupakan wujud komitmen nyata kami dalam menjalankan instruksi Bapak Dirjenpas untuk memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya di lingkungan pemasyarakatan. Sebelum kita menertibkan warga binaan, kita harus memastikan dulu rumah kita bersih. Alhamdulillah, hasil pemeriksaan seluruh pegawai dinyatakan negatif. Ini bukti integritas yang harus terus kita jaga bersama demi pelayanan dan pembinaan yang optimal di Lapas Lhoksukon," tutup Kalapas Lhoksukon, Muhidfuddin.(id71)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda