Asri Ludin Tambunan Jajaki Kerja Sama KPBU untuk Penerangan Jalan di Deliserdang

JAKARTA (Waspada.id): Bupati Deliserdang dr. H. Asri Ludin Tambunan menjajaki skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk pengembangan Alat Penerangan Jalan (APJ). Penjajakan ini menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur melalui pembiayaan kreatif.
Rencana kerja sama tersebut dibahas Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan, saat beraudiensi dengan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PII di Jakarta, Kamis (1/10/26). Audiensi diterima Direktur Bisnis PT PII, Wibawa Pram Sihombing dan jajaran.
Asri Ludin Tambunan, mengatakan potensi Deliserdang sebagai daerah penyangga Kota Medan, dan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara, membutuhkan pengembangan infrastruktur yang dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Deliserdang tidak bisa dikerjakan sendiri. Upaya ini menjadi peluang bagaimana meningkatkan infrastruktur melalui skema pembiayaan kreatif dengan tidak sepenuhnya membebani APBD langsung,” kata Asri Ludin.
Menurutnya, pemerintah tidak harus mengerjakan seluruh pembangunan sendiri, tetapi perlu merangkul berbagai elemen sesuai peran masing-masing.
“Kita optimis, sebab sudah mendapat dukungan dari Pak Gubernur dan PT PII. Tinggal kita terus mengikuti prosesnya, termasuk dukungan dari DPRD,” ujarnya.
Ia berharap, proses penyiapan KPBU APJ dapat terus berjalan sesuai tahapan dan ketentuan, dengan target proyek dapat mulai direalisasikan pada 2027 atau 2028.
Asri Ludin menilai, pengembangan APJ tidak hanya berkaitan dengan peningkatan penerangan jalan, tetapi juga berpotensi memberikan multiplier effect terhadap aktivitas ekonomi.

“Harapannya, investasi-investasi baru yang masuk dapat menambah pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan itu juga menambah pendapatan masyarakat secara langsung. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat,” papar Asri Ludin.
Sementara itu, Wibawa mengatakan, PII menyambut baik inisiatif Pemkab Deliserdang untuk mengembangkan infrastruktur melalui KPBU, khususnya APJ.
Ia mengakui, kebutuhan pembangunan infrastruktur terus meningkat, sementara kemampuan anggaran pemerintah memiliki keterbatasan. Karena itu, diperlukan alternatif pembiayaan dengan melibatkan badan usaha.
“Pembangunan infrastruktur sangat diperlukan, tetapi alokasi anggaran yang disediakan negara terbatas. Oleh karena itu, dibutuhkan pembiayaan kreatif selain APBN, APBD dan sumber pembiayaan pemerintah lainnya,” sebut Wibawa.
Dalam skema KPBU, PII dapat memberikan penjaminan sesuai ketentuan dan tahapan proyek. Penjaminan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kepastian proyek, serta mendukung kelayakan pembiayaan bagi badan usaha.
Dijelaskan Wibawa, PII telah memiliki pengalaman dalam pengembangan proyek APJ, salah satunya di Madiun.
Ia menilai, APJ memiliki manfaat yang lebih luas karena penerangan jalan berpotensi mendukung mobilitas masyarakat dan barang, serta mendorong tumbuhnya aktivitas usaha di kawasan yang mendapatkan penerangan.
“Kalau jalannya terang, aktivitas ekonomi bisa terbantu. Mobilitas barang bisa lebih lancar, kemudian muncul usaha-usaha baru. Ini yang kita harapkan sebagai multiplier effect dari investasi yang dilakukan,” jelasnya.
Wibawa menambahkan, proses KPBU membutuhkan komitmen dan koordinasi lintas pihak karena penyiapan hingga pelaksanaannya membutuhkan waktu. PII juga siap memberikan pendampingan dalam proses penyiapan proyek, serta penguatan kapasitas tim Pemkab Deliserdang.
“Kami yakin dengan komitmen dari sisi Bapak Bupati dan asistensi dari kami, ini bisa dilakukan. Kami juga siap membantu penyiapan proyek dan meningkatkan kapasitas tim Bapak,” tandasnya
Audiensi ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Deliserdang, Dedi Maswardy, Inspektur Edwin Nasution, Plt. Kepala Dinas Perhubungan, TM Yahya, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hudup, Gaisal Rahman, serta perangkat daerah terkait lainnya dan jajaran PT PII.(id.28)
















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda