Bandara King Khalid Arab Saudi Diserang, 12 Tewas


RIYADH (Waspada.id): Serangan ke Bandara King Khalid International Airport di Riyadh, Sabtu (10/10) menewaskan 12 orang, delapan di antaranya warga negara asing (WNA).
Dilansir Reuters, pihak otoritas bandara (GACA) merinci kedelapan WNA tewas yakni dua orang warga Bangladesh, dan masing-masing satu orang dari Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.
Tak hanya menewaskan 12 orang ,serangan tersebut membuat lebih dari 300 orang terluka. Dari jumlah tersebut, beberapa orang mengalami luka parah dan berada dalam kondisi kritis. Mereka sedang dirawat di sejumlah rumah sakit di sekitar area bandara.
Serangan tersebut membuat aktivitas di bandara terhenti sementara. GACA menyebut pihak berwenang masih menghitung lebih detail kerusakan yang diderita dan total jumlah orang yang jadi korban akibat serangan tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya serangan rudal kelompok milisi Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran ke Arab Saudi.
Namun, kelompok bersenjata itu belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan terbaru ini.
Serangan pada Sabtu tersebut tidak meninggalkan jejak dalam sistem keamanan Arab Saudi. Tidak ada tanda bahaya dari sistem peringatan yang dipasang oleh Arab Saudi.
Serangan ke bandara Riyadh pada Sabtu (10/10) merupakan serangan ketiga yang terjadi dalam waktu sepekan terakhir. Dalam dua serangan sebelumnya, empat orang tewas.
Riyadh dijadwalkan menjadi tuan rumah sejumlah konferensi besar di bidang energi dan investasi dalam waktu dekat. Penyelenggara menyatakan acara tetap berjalan sesuai rencana dan meyakinkan peserta soal keamanan.
Houthi sebelumnya meminta pesawat sipil menghindari wilayah udara Saudi. Kelompok itu menyatakan wilayah udara Saudi sebagai zona operasi militer setelah pemerintah Yaman yang didukung Saudi melancarkan serangan terhadap mereka awal bulan ini.(id03/cnni)



















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda