Banjir Rendam Permukiman dan Ratusan Lahan Pertanian di Enam Kecamatan di Aceh Tenggara

KUTACANE (Waspada.id): Akibat hujan deras sejumlah tanggul penahan sungai jebol hingga merendam pemukiman dan ratusan hektare ahan pertanian padi yang baru siap tanam di enam kecamatan di Aceh Tenggara sejak Sabtu (26/9/2026) dinihari.
Banjir ini dipicu sejumlah titik tanggul jebol akibat luapan sungai Lawe Bulan, Lawe Kinga dan Lawe Kisam. Sejumlah pengendara di jalan Lintas Kutacane Medan dan jalan Kecamatan Lawe Sumur terpaksa mendorong kendaraannya akibat terendam banjir, peristiwa banjir yang terjadi tidak menimbulkan korban jiwa dilaporkan.
Namun sejumlah warga berupaya mengungsi ke tempat lebih aman dan tetap waspada dengan berjaga- jaga untuk antisipasi luapan banjir susulan. Banjir ini juga menyebabkan ruas jalan lintas Kutacane-Medan di Desa Kuning Satu Kecamatan Bambel juga terendam hingga menyebabkan arus lalulintas sempat terganggu juga.
Sementara enam kecamatan direndam banjir diantaranya, Kecamatan Bambel, Kecamatan Lawe Sumur, Kecamatan Bukit Tusam, Kecamatan Deleng Pokisen, Lawe Bulan dan Kecamatan Babussalam. Sejumlah rumah warga dan fasilitas umum lainya juga terendam air bercampur lumpur setinggi 1 meter, sementara sejumlah warga di desa ini terpaksa mengungsi ke tempat lebih aman.
Kepala Bidang Penanggulangan bencana dan rehab rekon Dody Sukmariga Tazmal mengatakan saat ini tercatat enam Kecamatan terdampak banjir akibat tanggul sejumlah sungai jebol. Pihak BPBD Agara telah menurunkan sejumlah alat berat untuk menutup titik tanggul yang jebol.
"Sejumlah alat berat saat ini sedang bekerja untuk menutup kembali tutuk tanggul yang jebol, sementara terkait kerugian material , petugas sedang melakukan pendataan, Alhamdulillah air sudah mulai surut," ungkapnya. (id80)
















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda