Breaking News
Memuat breaking news...

Barcode BBM Pertalite Konsumen Diduga Dibobol, SPBU 14206197 Limbong Disorot

Redaksi
Redaksi
Minggu, 4 Oktober 2026 - 11.07 AM WIB
Barcode BBM Pertalite Konsumen Diduga Dibobol, SPBU 14206197 Limbong Disorot
SPBU 14206197 Limbong di jalan lintas Tebingtinggi-Pematangsiantar, Minggu (4/10/2026).Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SERGAI (Waspada.id): SPBU Nomor 14206197 di Desa Limbong, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), yang berada di Jalan Lintas Tebingtinggi-Pematangsiantar, disorot.

Pasalnya, SPBU tersebut diduga menggunakan barcode milik konsumen untuk membeli BBM bersubsidi jenis Pertalite tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Dugaan itu disampaikan S Damanik, warga Kecamatan Dolok Merawan, kepada wartawan, Sabtu (3/10/2026).

Ia mengaku barcode miliknya beberapa kali terdeteksi digunakan di SPBU Limbong, padahal dia tidak melakukan pengisian BBM. Damanik mengatakan, kecurigaan itu muncul ketika hendak mengisi BBM di salah satu SPBU di Tebingtinggi. Saat dicek operator, jatah BBM kendaraannya sudah berkurang.

“Operator SPBU di Tebingtinggi pernah bilang, jatah saya isi BBM untuk mobil saya tinggal Rp300 ribu, di situ saya heran karena satu hari itu saya belum ada isi BBM. Kemudian esoknya lagi, saya isi BBM, kata operator jatah saya tinggal Rp100 ribu lagi. Di sini saya makin curiga kenapa bisa begini,” ungkapnya kepada Waspada.id, Minggu (4/10/2026) pagi di Kota Tebingtinggi.

Kecurigaan Damanik semakin kuat ketika pada hari berikutnya barcode miliknya kembali digunakan saat dia hendak mengisi BBM. “Selanjutnya esoknya lagi saya kembali isi BBM, namun saat saya mengisi, saat bersamaan barcode saya dipakai oleh SPBU itu sehingga sistem bertabrakan akhirnya saya tidak bisa isi BBM,” katanya.

Damanik kemudian meminta operator SPBU di Tebingtinggi mengecek kembali penggunaan barcode miliknya. Hasilnya, jatah yang tersisa sekitar Rp360 ribu, meski ia mengaku tidak melakukan pengisian BBM.

“Jadi semuanya saat saya lihat digunakan di SPBU Limbong karena terlihat dari nomor SPBU-nya,” ujarnya.

Mobil pemilik barcode pertalite yang ditolak saat pengisian BBM di salah satu SPBU Tebingtinggi karena barcode nya sedang digunakan orang lain di SPBU 14206197 Limbong.Waspada.id/Ist

Ia memperkirakan, dalam empat hari, penggunaan barcode miliknya untuk pengisian Pertalite mencapai hampir Rp4 juta.

“Rp4 juta ini yang saya ketahui dalam empat hari. Tapi saya mencurigai ini sudah berlangsung lama. Saya khawatir jika ini dibiarkan, Pertamina akan menganggap pemakaian BBM saya tidak wajar dan akan memblokir kendaraan saya. Untuk itu saya akan melaporkan pencurian ini ke polisi agar kecurangan yang diduga dilakukan SPBU Limbong ini diusut,” tegasnya.

Damanik menduga penggunaan barcode tersebut dilakukan secara sengaja. Ia juga menduga BBM bersubsidi yang dibeli menggunakan barcode konsumen kemudian diberikan kepada pihak lain untuk diperjualbelikan kembali.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Damanik, nomor SPBU Limbong disebut terlihat pada sistem saat transaksi menggunakan barcode miliknya.

Terpisah, menanggapi keluhan konsumen yang mengaku barcode miliknya beberapa kali digunakan untuk pengisian BBM di SPBU Nomor 14206197 Desa Limbong, Jul, Manager SPBU Limbong, menegaskan pihak SPBU tidak pernah mengizinkan penggunaan barcode yang tidak sesuai dengan kendaraan.

“Kalau masalah itu, saya dan pihak SPBU tidak ada mengizinkan masalah barcode yang tidak sesuai. Kalaupun ada, itu oknum,” kata Jul saat dikonfirmasi wartawan Waspada.id, melalui telepon WhatsApp, Minggu (4/10/2026) pagi.

Jul mengatakan, pihak SPBU memiliki aturan dalam pelayanan BBM bersubsidi. Barcode harus sesuai dengan data kendaraan yang melakukan pengisian.

“Ada aturan yang kita ikuti. Artinya, jika tidak sesuai dengan BK mobilnya, itu tidak boleh dilayani,” ujarnya.

Terkait kemungkinan adanya operator yang menggunakan barcode milik konsumen lain, Jul mengatakan hal tersebut perlu dicek terlebih dahulu. Menurutnya, pihak SPBU akan melihat data transaksi untuk mengetahui siapa yang melakukan pengisian.

“Biar kita cekkan dulu, biar saya tahu siapa pengisinya dan siapa yang punya barcode ini. Nanti kita konfirmasi juga dulu kepada dia,” katanya.

Jul juga menjelaskan, sistem akan mendeteksi apabila terdapat penggunaan barcode secara bersamaan. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan konsumen lain tidak bisa melakukan pengisian.

“Karena itu waktu itu diisi bersamaan pula. Konsumen ini ditolak karena bersamaan mengisikan dan dicek,” jelasnya.

Masih menurut Jul, dari sistem tersebut dapat diketahui lokasi SPBU tempat transaksi dilakukan, termasuk data pengisian terakhir.

Ketika ditanya mengenai tindakan apabila nantinya terbukti operator menggunakan barcode milik konsumen, Jul menyatakan akan memberikan sanksi tegas.

“Kalau memang dia operator pemiliknya, operator pemilik barcode itu, kita pecat,” tegasnya.

Sedangkan apabila operator hanya lalai melakukan pemeriksaan, Jul mengatakan akan memberikan teguran.

“Kalau tidak teliti berarti operator memang tidak teliti, paling surat teguran kita,” ujarnya.

Mengenai rencana konsumen melaporkan dugaan tersebut ke polisi, Jul mengatakan pihaknya terlebih dahulu akan mengecek siapa yang menggunakan barcode tersebut.

“Yang jelas terkait dengan ini, kita tengok dulu siapa yang pemakai, operator atau siapa. Kalau memang operator kita tidak ada ketelitiannya, itu kita tindak,” pungkasnya. (bs)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement