Beras Premium Langka di Ritel Medan, Rudi Minta Bulog Perketat Distribusi

MEDAN (Waspada.id): Kelangkaan beras premium di sejumlah ritel modern di Kota Medan mendapat sorotan Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara, Rudi Alfahri Rangkuti. Ia meminta pemerintah dan Perum Bulog memperketat pengawasan distribusi agar pasokan tidak tersendat di tingkat konsumen.
Rudi mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian karena kelangkaan beras premium justru terjadi saat sejumlah daerah tengah memasuki masa panen raya. Sementara itu, pasokan beras di tingkat pedagang tradisional relatif tersedia.
“Jangan sampai stok ada di gudang atau penggilingan, tetapi masyarakat kesulitan mendapatkannya di ritel. Ini menunjukkan rantai distribusi harus diawasi dari hulu sampai hilir,” ujar Rudi, Selasa (29/9).
Anggota DPRD Sumut dari Dapil 12 Binjai-Langkat itu mendesak pemerintah, termasuk Perum Bulog, memperketat distribusi beras guna mempersempit ruang bagi pihak yang berpotensi melakukan penimbunan.
Menurutnya, pengawasan yang lemah pada rantai pasokan dapat dimanfaatkan oknum untuk mengambil keuntungan di tengah kebutuhan masyarakat terhadap beras sebagai bahan pangan utama.
Pastikan Sampai Ritel
Rudi meminta pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap ketersediaan stok di gudang, tetapi juga memastikan beras sampai ke pasar tradisional dan jaringan ritel dengan harga yang wajar.
Ia juga mendorong Satgas Pangan lebih aktif melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang-gudang penyimpanan dan jalur distribusi beras.
“Tidak boleh ada toleransi terhadap pihak yang sengaja menahan atau menimbun beras sehingga memicu kepanikan di pasar dan mendorong kenaikan harga,” katanya.
Sebagai langkah jangka pendek, politisi PAN itu meminta Bulog Sumut memaksimalkan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar tradisional maupun ritel modern.
Menurut Rudi, tambahan pasokan tersebut diperlukan untuk menjaga ketersediaan beras sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau.
Ia menilai koordinasi antara Bulog, pemerintah daerah, Satgas Pangan, distributor, dan jaringan ritel perlu diperkuat agar persoalan kelangkaan beras premium tidak berlarut-larut. (Wsp.id)















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda