Bobby Minta Perundungan Korban MBG Karo Dihentikan


MEDAN (Waspada.id) : Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meminta masyarakat dan media menghentikan perundungan serta komentar negatif terhadap siswa korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo. Tekanan di media sosial dinilai dapat memperburuk kondisi psikologis anak-anak yang masih menjalani pemulihan.
Bobby mengatakan, dua siswa yang mengalami trauma lebih berat dibandingkan korban lainnya telah dibawa ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Langkah tersebut dilakukan setelah adanya arahan Wakil Presiden agar kondisi
kedua anak itu ditangani dan dipantau secara langsung.
“Wakil Presiden menyampaikan agar ada penanganan langsung dan dimonitor. Ada dua anak yang indikasi medis dan traumanya lebih tinggi daripada teman-temannya, sehingga dibawa ke Jakarta,” kata Bobby, Sabtu (12/9).
Menurutnya, tim dokter dari Sumatera Utara turut mendampingi proses perawatan kedua siswa tersebut. Penanganan tidak hanya difokuskan pada pemulihan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan psikologis para korban.
Bobby mengungkapkan, berdasarkan pemeriksaan psikologis, sejumlah siswa mengalami gangguan mental akibat komentar negatif dan perundungan di media sosial setelah kasus tersebut menjadi perhatian publik.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak menambah beban psikologis korban dengan komentar yang menyudutkan. Tim medis juga telah menyarankan para siswa mengurangi aktivitas di media sosial selama masa pemulihan.
“Demi penyembuhan anak-anak kita, jangan terlalu memberikan tekanan dari luar. Fokus kita adalah membantu mereka pulih,” ujarnya. (humas kominfo)


















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda