Breaking News
Memuat breaking news...

Bupati Nias Barat Harapkan Dukungan Pusat Percepat Pembangunan dan Penanganan Bencana

Redaksi
Redaksi
Kamis, 8 Oktober 2026 - 9.35 PM WIB
Bupati Nias Barat Harapkan Dukungan Pusat Percepat Pembangunan dan Penanganan Bencana
Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu, saat menerima kunjungan perwakilan Kemenko PMK dalam rangka monitoring dan evaluasi penanganan pascabencana di Nias Barat, Kamis (8/10). Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

NIAS BARAT (Waspada.id): Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., M.M., menegaskan pentingnya penguatan dukungan dan sinergi pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan sekaligus menangani berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Nias Barat.

Hal itu disampaikan Bupati Eliyunus saat menerima kunjungan perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dalam rangka monitoring dan evaluasi penanganan pascabencana di Kabupaten Nias Barat, Kamis (8/10).

Bupati menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap Nias Barat, khususnya dalam penanganan dampak bencana. Namun, menurutnya, tantangan pembangunan daerah tidak berhenti pada persoalan kebencanaan.

“Kami tidak meminta perlakuan khusus. Kami hanya meminta agar kondisi dan tantangan Nias Barat dilihat secara utuh, sehingga dukungan pembangunan yang diberikan benar-benar sebanding dengan kebutuhan masyarakat,” tegas Bupati.

Bupati mengungkapkan, angka kemiskinan Nias Barat masih berada di sekitar 22,47 persen, sementara lebih dari 53 persen PDRB daerah bertumpu pada sektor pertanian dan kelautan yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.

Karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu kunci. Jalan dan jembatan, air bersih, serta ketersediaan listrik yang stabil dinilai sangat menentukan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, kondisi geografis Nias Barat sebagai daerah kepulauan dengan wilayah pelayanan yang tersebar menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pembangunan dan pelayanan publik.

Penanganan Banjir Harus Menyentuh Akar Persoalan

Terkait bencana banjir, Bupati Eliyunus menyampaikan bahwa pada September 2026 sebanyak 695 KK di 13 desa pada empat kecamatan terdampak. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk mendorong penanganan sungai dan pengendalian banjir yang lebih permanen.

“Kita tidak ingin hanya datang setelah banjir terjadi. Kita harus mencari solusi dari hulunya dan melakukan penanganan secara permanen,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan perkembangan bantuan perbaikan rumah masyarakat terdampak bencana. Sebanyak 59 unit rumah telah masuk dalam proses penyaluran bantuan, sementara sejumlah kendala administratif dan teknis terus diselesaikan pemerintah daerah.

Kemenko PMK: Pusat dan Daerah Harus Bergerak Bersama

Sementara itu, Dr. Sorni Paskah Daeli, M.Si., Staf Ahli Bidang Ketahanan Sosial, Ekologi, dan Budaya Kemenko PMK, menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat di daerah, khususnya setelah terjadinya bencana.

Menurut Sorni, penanganan pascabencana tidak cukup hanya berorientasi pada pemulihan sesaat, tetapi harus diarahkan pada penguatan ketahanan masyarakat dan pembangunan yang lebih berkelanjutan.

“Kami hadir untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan memastikan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah berjalan dengan baik. Penanganan pascabencana harus dilakukan secara terpadu, bukan hanya menyelesaikan dampaknya, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat agar lebih siap menghadapi risiko ke depan,” ujar Sorni.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar berbagai program pemerintah pusat dapat benar-benar menjawab kebutuhan daerah dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Bupati menegaskan Pemkab Nias Barat siap mendukung dan melaksanakan berbagai program pemerintah pusat yang masuk ke daerah, termasuk program strategis di bidang perlindungan sosial, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan desa.

“Kami siap bersinergi. Yang kami harapkan adalah koordinasi pusat dan daerah semakin kuat, sehingga setiap program yang hadir benar-benar tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Eliyunus.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam memastikan penanganan pascabencana berjalan efektif sekaligus mendorong percepatan pembangunan Nias Barat secara lebih menyeluruh.

Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Nias Barat untuk terus membangun kolaborasi lintas pemerintahan demi mewujudkan Nias Barat yang semakin CERAH—Cerdas, Sejahtera, dan Sehat.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Dr. Sorni Paskah Daeli, M.Si., Staf Ahli Bidang Ketahanan Sosial, Ekologi, dan Budaya Kemenko PMK; Tito Januar Utama, S.E., Perencana Ahli Pertama pada Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial; Muhammad Rafif Hidayatullah, S.M., Analis SDM Aparatur Ahli Pertama pada Biro Manajemen Kinerja, Kerja Sama, dan Sumber Daya Manusia; Sekretaris Daerah; seluruh Kepala OPD; Kaban; Kabid; serta ASN administrator lainnya. (id59)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement