Dari Banyak Cara Positif dan Potensi, SMP Muhammadiyah Subulussalam Dikembangkan

SUBULUSSALAM (Waspada.id): Dari berbagai cara positif dan potensi, Perguruan SMP Muhammadiyah Subulussalam dikembangkan demi mewujudkan tujuan organisasi Muhammadiyah, menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Demikian gambaran Heri Sukanda, Kepala, didampingi Sultan Jabarudin Wakil Kepala (Waka) Bidang Kesiswaan, Marni Waka Humas dan Apsah, Waka Kurikulum SMP Muhammadiyah Subulussalam kepada Waspada.id di Gedung SMP itu, Jalan Teuku Umar, Gang Taqwa, Desa Subulussalam, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Senin (5/10).
Dikatakan, mengasuh 143 siswa dengan enam Ruang Kelas Belajar (RKB), SMP ini menerapkan metode belajar sistem kelas bidang studi.
"Guru bidang studi standby di RKB, siswa masuk RKB menyesuaikan bidang studi yang bersangkutan," jelas Heri, sebut sistem belajar ini sangat efektif, selain mobiler dan RKB juga lebih terjaga.
Menurut Heri, bersama 18 guru, semua berstatus honorer, diawali aktivitas belajar pagi terjadwal, Senin hingga Sabtu sebelum belajar bidang studi, antara lain tahsin (memperbaiki bacaan alquran sesuai tajwid dan makhraj huruf), tahfiz, literasi, kreativitas kelas, mukhadasah tiga Bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab), senam aerobik, gotong royong dan latihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) untuk upacara setiap hari Senin.
Lalu masa istirahat pukul 10.45 WIB, sekaligus momen menikmati bersama Makan Bergizi Gratis (MBG) seluruh siswa dan guru, disusul masuk RKB pukul 11.10 WIB untuk dua jam pelajaran dan dilanjutkan menunaikan shalat zuhur berjamaah di Mushalla sekolah.
Sementara selepas salat zuhur, kegiatan pembelajaran hingga pukul 14.00 WIB, disusul kegiatan ekstrakurikuler, yaitu Les Komputer, Tapak Suci dan Hizbul Wathan (HW), yaitu gerakan kepanduan bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan kepanduan.
"Semua rangkaian kegiatan ini melibatkan wali kelas dan guru," jelas Heri yang baru sekira enam bulan sebagai Kepala SMP ini, mutasi dari jabatan serupa di SMPN 2 Longkib, Subulussalam.
Menarik dalam penerapan disiplin, diberlakukan sistem siswa turun kelas bersyarat. Terhadap siswa pelanggar disiplin atau sejumlah kesalahan diturunkan kelas, kendati ada masa pembinaan selama sebulan untuk menentukan turun atau tetap. Artinya, apabila terjadi perubahan signifikan, dikembalikan ke kelas semula atau batal turun.
Sistem ini disebut sangat efektif. Sebanyak tujuh siswa pernah diberi sanksi terkait praktik ini, hasilnya cukup positif dan siswa tidak diturunkan. Hanya satu diantaranya harus dikeluarkan karena upaya pembinaan gagal dan orang tua siswa setuju anak pindah sekolah.
"Inti dari sistem ini, ada efek jera dan pembinaan siswa diupayakan semakin baik dan lebih terarah," kata Heri, yakin dengan berbagai metode, memanfaatkan semua potensi guru dan lingkungan sekolah, SMP ini ke depan akan lebih sukses dan bermartabat.
Soal pemanfaatan lingkungan sekolah yang berdiri, Juni 1996 ini
dilakukan penanaman sistem polybag 100 jambu Jamaika, bahkan bagian pucuk nanas (mahkota) diolah dan ditanam kembali menghasilkan tanaman nanas baru.
Menariknya, mahkota nanas ini diperoleh dari pajak terdekat, nyaris berada di sekitar sekolah, termasuk mengatasi aroma tidak sedap dari pajak bau pakai jeruk kasturi dan tanam jambu taiwan.
Sejalan dengan perkembangan dunia maya saat ini, perangkat media sosial, seperti facebook, instagram, youtube dan tiktok dijadikan sarana untuk mempublikasi dan menyiarkan seluruh aktivitas atau kegiatan belajar mengajar SMP Muhammadiyah Subulussalam secara lebih luas ke publik.
Alamat empat media sosial SMP ini, SMP_MUHAMMADIYAH_SBS untuk youtube, instagram: smp_muhammadiyah_sbs, tiktok: smps_muhammadiyah_sbs dan facebook: SMP Muhammadiyah Subulussalam.
Saat ini, jelas Heri, sekolah ini tengah mengikuti Lomba Video Inspirasi Tingkat Nasional, kerja sama kementerian dengan pihak youtube) dan menyiapakan seorang guru untuk ikut Lomba Program Guru Inspiratif Astra Honda 2026.
"Tidak hanya untuk siswa, para dewan guru kita dorong untuk terus meningkatkan kompetensi sesuai bidangnya, bahkan rotasi di internal sekolah kita lakukan agar semua sistem kerja di sekolah dikuasai para guru," yakin Heri, peraih Juara I


















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda