Breaking News
Memuat breaking news...

David Roni G Sinaga Tekankan Pancasila Pedoman Membangun Kehidupan Rukun Dan Damai

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 26 September 2026 - 7.06 PM WIB
David Roni G Sinaga Tekankan Pancasila Pedoman Membangun Kehidupan Rukun Dan Damai
Anggota DPRD Medan, David Roni G Sinaga saat kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Garu VI Kel. Harjosari - I, Kec. Medan Amplas, Sabtu (26/9). Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Anggota DPRD Kota Medan, David Roni Ganda Sinaga, SE, menegaskan pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis. Karena, Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman dalam membangun kehidupan yang rukun, damai, dan penuh toleransi.

Hal tersebut dikatakan David Roni G Sinaga saat kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Garu VI no.59 Kel. Harjosari - I, Kec. Medan Amplas, Sabtu (26/9).

Ia mengatakan bahwa keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang dimiliki Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. Perbedaan tersebut tidak boleh menjadi sumber perpecahan, melainkan harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

"Indonesia dibangun di atas keberagaman. Karena itu, masyarakat harus terus menjaga semangat persaudaraan, saling menghormati, dan mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan," ujar Sekretaris Komisi III DPRD Kota Medan ini.

David menjelaskan bahwa tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks, terutama dengan perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang begitu cepat. Menurutnya, masyarakat harus bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong, ujaran kebencian, maupun provokasi yang dapat mengganggu persatuan bangsa.

Ia juga mengajak para orang tua untuk berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak-anak sejak usia dini. Pendidikan karakter, harus dimulai dari lingkungan keluarga agar generasi muda memiliki pemahaman yang kuat tentang identitas bangsa dan rasa cinta tanah air.

"Kita tidak boleh membiarkan generasi muda kehilangan jati diri kebangsaannya. Mereka harus memahami sejarah bangsa, menghormati perbedaan, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendiri bangsa harus dimaknai lebih dari sekadar peringatan seremonial. Kemerdekaan harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, kepedulian sosial, serta partisipasi aktif dalam pembangunan.

Karena itu, David mengajak masyarakat untuk terus memperkuat rasa cinta tanah air, menjaga persaudaraan, dan menghidupkan semangat gotong royong di tengah kehidupan bermasyarakat.

"Jangan sampai kita melupakan perjuangan para pendiri bangsa. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini harus dijaga dengan persatuan, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama," katanya.

Dalam sesi dialog, David mendengarkan berbagai aspirasi dan masukan dari masyarakat terkait persoalan sosial, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka. Ia menegaskan bahwa kegiatan pembinaan ideologi Pancasila juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat.

Menurutnya, sila kelima Pancasila tentang Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia harus terus diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Karena itu, setiap masukan dan keluhan warga akan menjadi perhatian untuk diperjuangkan melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran di DPRD Kota Medan.

Di akhir kegiatan, David Roni Ganda Sinaga mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga persatuan, memperkuat rasa kebangsaan, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan Kota Medan yang harmonis, maju, dan sejahtera.

"Kita boleh berbeda suku, agama, maupun pandangan, tetapi kita tetap satu bangsa Indonesia. Persatuan dan gotong royong harus terus kita jaga untuk masa depan yang lebih baik," pungkasnya. (Id142)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement