Breaking News
Memuat breaking news...

Dekranasda Gunungsitoli Evaluasi Produk Kerajinan dan UMKM, Catat Berbagai Kendala Perajin

Redaksi
Redaksi
Jumat, 2 Oktober 2026 - 10.52 PM WIB
Dekranasda Gunungsitoli Evaluasi Produk Kerajinan dan UMKM, Catat Berbagai Kendala Perajin
Ketua Dekranasda Kota Gunungsitoli, Ny. Veny Sowa'a Laoli, memimpin rapat evaluasi produk kerajinan dan UMKM untuk mendapat masukan, saran, dan kendala dari pelaku usaha, Jumat (2/10). Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

GUNUNGSITOLI (Waspada.id): Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Gunungsitoli menggelar rapat bersama para perajin dan pelaku UMKM kuliner untuk mengevaluasi perkembangan produk lokal sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi dalam pengembangan usaha.

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Center Kantor Wali Kota Gunungsitoli tersebut dipimpin langsung Ketua Dekranasda Kota Gunungsitoli, Ny. Veny Sowa’a Laoli, didampingi Ketua Harian Dekranasda Kota Gunungsitoli, Dafril Hulu, S.E., serta jajaran Pengurus Dekranasda Kota Gunungsitoli, Jumat (2/10).

Pertemuan ini menjadi ruang bagi para perajin dan pelaku UMKM untuk menyampaikan saran, masukan, kendala, hingga keluh kesah yang dihadapi dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. Berbagai persoalan yang disampaikan kemudian dibahas bersama untuk melihat peluang solusi dan langkah pengembangan ke depan.

Sejumlah kendala yang mengemuka antara lain keterbatasan permodalan, sulitnya memperoleh bahan baku tertentu seperti sinasa, belum adanya regenerasi perajin, kurangnya promosi, serta belum konsistennya ketersediaan produk di Dekranasda.

Produk yang menjadi perhatian meliputi berbagai subsektor kerajinan, seperti ukiran kayu, suvenir, anyaman, industri tekstil, batik, kain tenun, lampu hias, bordir, dan aksesori, termasuk produk UMKM kuliner.

Dalam pengembangan wastra, Dekranasda juga mendorong penguatan kain tenun dan anyaman khas Nias, termasuk pemanfaatan motif Nias dalam produk tenun. Kekhasan motif Nias dinilai menjadi salah satu potensi yang dapat terus dikembangkan karena memiliki karakter yang berbeda dan mendapat perhatian ketika diperkenalkan di tingkat pusat.

Pembahasan turut menyoroti peluang penguatan kapasitas perajin melalui dukungan alat tenun, pengembangan konveksi, peningkatan promosi, serta keikutsertaan dalam berbagai ajang seperti Kriya Nusa dan promosi produk ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

Ketua Dekranasda Kota Gunungsitoli, Ny. Veny Sowa'a Laoli, menyampaikan apresiasi kepada para perajin dan pelaku UMKM yang selama ini terus berkarya dan mempertahankan produk kerajinan daerah. Menurutnya, pengembangan kerajinan dan UMKM membutuhkan komitmen serta kerja sama antara perajin, pelaku usaha, Dekranasda, dan Pemerintah Kota Gunungsitoli.

Seluruh saran, masukan, dan berbagai persoalan yang disampaikan dalam rapat tersebut telah dicatat dan akan menjadi fokus perhatian Dekranasda bersama Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam menyusun langkah pembinaan dan pengembangan ke depan, termasuk dalam hal peningkatan produksi, ketersediaan produk, promosi, akses permodalan, penguatan bahan baku, regenerasi perajin, hingga peningkatan kualitas produk.

Dekranasda juga mendorong adanya Dewan Kurasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan kesiapan produk sebelum dipromosikan dan dipasarkan lebih luas.

Melalui pertemuan ini, Dekranasda mengajak seluruh perajin dan pelaku UMKM untuk bergandengan tangan dan membangun komitmen bersama dalam menyediakan produk secara berkelanjutan, sehingga kerajinan dan kekayaan budaya Nias tidak hanya tetap lestari, tetapi juga semakin berkembang, memiliki daya saing, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. (id60)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement