Breaking News
Memuat breaking news...

Demam Koleksi Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya, Berharap Jadi Cuan

Redaksi
Redaksi
Selasa, 22 September 2026 - 10.59 AM WIB
Demam Koleksi Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya, Berharap Jadi Cuan
Foto ilustrasi uang lembaran Rp100.000 bertandatangan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Demam mengoleksi uang rupiah mendadak mencuat di media sosial. Bukan karena desain baru atau uang edisi khusus, melainkan karena sejumlah warganet mulai memburu lembaran rupiah yang memiliki tanda tangan mantan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Fenomena tersebut ikut memunculkan kembali istilah numismatika, yakni cabang ilmu sekaligus hobi yang mempelajari dan mengumpulkan benda-benda terkait mata uang, seperti koin, uang kertas, token, medali, hingga alat pembayaran lainnya.

Bagi sebagian orang, lembaran rupiah bertanda tangan pejabat mungkin hanya memiliki nilai nominal. Namun bagi mereka yang melihatnya sebagai barang koleksi, tanda tangan seorang tokoh yang sedang ramai diperbincangkan bisa menjadi daya tarik tersendiri.

Salah satu warga yang ikut memburu rupiah bertanda tangan Purbaya adalah Rinto (26). Ia mengaku sosok Purbaya cukup berkesan baginya karena kerap berseliweran di media sosial.

"Kayaknya seru aja gitu Mas, koleksi tanda tangan Purbaya di uang. Ya uang cepek gini," kata Rinto saat ditemui Liputan6.com di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026) malam.

Rinto bahkan berseloroh mengenai kemungkinan perubahan posisi Purbaya di pemerintahan. Ia sembari meraba halus selembar uang Rp100.000 yang dimilikinya.

"Semoga enggak di-reshuffle juga deh ini duit," ucapnya berseloroh sembari meraba halus selembar uang Rp100.000 miliknya.

Berharap Jadi Barang Langka

Sebagai bagian dari Generasi Z, Rinto mengaku tidak berpikir terlalu jauh. Ia hanya berharap lembaran uang yang kini berada di tangannya suatu saat bisa memiliki nilai jauh di atas nominalnya.

Menurutnya, popularitas Purbaya yang cukup tinggi di media sosial dapat membuat tanda tangan mantan Menteri Keuangan tersebut menjadi sesuatu yang diburu kolektor pada masa mendatang.

"Soalnya bakal langka ini pasti, Mas. Cuma setahun kan Purbaya jadi menteri, tapi udah bikin ramai," ucap Rinto penuh keyakinan.

Harapan memperoleh keuntungan dari uang bertanda tangan pejabat juga dirasakan warga lainnya.

Rela Menahan Uang demi Cuan

Hal senada diungkapkan Yosua (23). Sebagai mahasiswa yang aktif mengikuti perkembangan berita, nama Purbaya tentu sudah tak asing baginya.

Setelah mendengar kabar mengenai maraknya kolektor yang memburu uang bertanda tangan Purbaya, ia mulai menyimpan uang kertas miliknya dengan harapan suatu saat memiliki nilai koleksi.

"Iya Mas. Makanya saya keep (simpan) banget ini duit, soalnya sekali cetak doang kan tahun 2026," ucap Yosua kepada Liputan6.com, Senin (21/9/2026).

Ia juga menyebut sebagian uang yang dimilikinya masih memuat tanda tangan menteri sebelumnya.

"Apalagi sebagian uang saya masih ada tanda tangan menteri lain," lanjutnya.

Yosua berharap bisa menemukan lebih banyak lembaran rupiah bertanda tangan Purbaya. Ia melihat peluang tersebut sebagai kesempatan memperoleh cuan tambahan di kemudian hari.

Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti bagaimana cara menemukan kolektor yang berminat atau menjajakan uang tersebut dengan harga yang dapat memberikan keuntungan maksimal.

Untuk sementara, Yosua berencana mengunggah foto sejumlah lembaran uang miliknya ke media sosial. Ia akan melihat respons warganet sebelum menentukan langkah berikutnya.

"Semoga cepat laku deh ini Mas, banyak yang cari," ucapnya terkekeh.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana uang yang awalnya berfungsi sebagai alat transaksi dapat berubah menjadi barang koleksi ketika memiliki unsur sejarah, kelangkaan, atau keterkaitan dengan tokoh tertentu. Bagi para pemburu rupiah bertanda tangan Purbaya, nominal Rp100.000 yang tersimpan hari ini diharapkan suatu saat bisa memiliki cerita dan nilai yang berbeda. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement