Breaking News
Memuat breaking news...

Dinkes Abdya Intensifkan Fogging, Putus Rantai Penularan DBD

Redaksi
Redaksi
Selasa, 29 September 2026 - 3.43 PM WIB
Dinkes Abdya Intensifkan Fogging, Putus Rantai Penularan DBD
Petugas Dinkes Abdya fokus melakukan fogging di salah satu kawasan permukiman warga sebagai upaya memutus rantai penularan Demam Berdarah Dengue (DBD), Selasa (29/9). Waspada.id/Syafrizal
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BLANGPIDIE (Waspada.id): Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengintensifkan upaya pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan melakukan fogging fokus di sejumlah gampong yang ditemukan kasus maupun dinilai berpotensi terjadi penularan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari respons cepat pemerintah daerah dalam menekan penyebaran DBD, sekaligus memutus mata rantai penularan yang melibatkan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama penyakit tersebut.

Hari ini, Selasa (29/9), petugas Dinkes Abdya melaksanakan fogging fokus di Gampong Lamkuta, Lhang, dan Bineh Krueng. Pengasapan dilakukan pada lingkungan sekitar lokasi yang menjadi sasaran, terutama area yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penular DBD.

Kepala Dinkes Abdya, Ns. Rinaldi, mengatakan, fogging merupakan salah satu langkah pengendalian yang dilakukan ketika ditemukan kasus atau terdapat indikasi risiko penularan.

Namun, menurutnya, fogging tidak boleh dipahami sebagai solusi tunggal dalam memberantas DBD. “Fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa. Karena itu, yang jauh lebih penting adalah memutus siklus perkembangbiakannya dengan menghilangkan tempat-tempat yang menjadi sarang jentik,” ujar Rinaldi.

Ia menjelaskan, pengendalian DBD membutuhkan pendekatan yang berkelanjutan dan tidak hanya dilakukan ketika kasus sudah muncul. Masyarakat harus menjadikan kebersihan lingkungan sebagai bagian dari perilaku hidup sehari-hari.

“Kalau kita hanya mengandalkan fogging, nyamuk bisa kembali berkembang biak ketika tempat perindukannya tidak dibersihkan. Pencegahan yang paling efektif justru dimulai dari rumah dan lingkungan masing-masing,” katanya.

Rinaldi mengajak masyarakat memperkuat Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air dan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Selain itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala yang mengarah pada DBD, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, hingga munculnya tanda-tanda perdarahan.

“Jangan menunggu kondisi memburuk. Jika ada anggota keluarga mengalami demam tinggi yang disertai gejala mencurigakan, segera periksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Deteksi dan penanganan lebih awal sangat penting,” tegasnya.

Menurut Rinaldi, keberhasilan pengendalian DBD tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan petugas kesehatan melakukan intervensi, tetapi juga oleh konsistensi masyarakat menjaga lingkungan.

“DBD bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan lingkungan dan perilaku. Karena itu, pencegahannya membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, aparatur gampong, dan masyarakat. Ketika setiap rumah bebas dari tempat perindukan nyamuk, kita sebenarnya sedang membangun benteng pertama untuk melindungi masyarakat dari DBD,” pungkasnya.

Dinkes Abdya mengharapkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sehingga upaya pengendalian DBD dapat berlangsung secara berkelanjutan dan tidak berhenti setelah kegiatan fogging selesai. (id82)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement