Breaking News
Memuat breaking news...

Doa Tanpa Usaha adalah Kebohongan, Usaha Tanpa Doa Kesombongan

Redaksi
Redaksi
Jumat, 9 Oktober 2026 - 4.22 PM WIB
Doa Tanpa Usaha adalah Kebohongan, Usaha Tanpa Doa Kesombongan
Tgk Iyan An Warmus Ujta, khatib Jumat di Masjid Al Munawwarah, Desa Ujung Tanah, Kecamatan Lembah Sabil, Abdya, Jumat (9/10).Waspada.id/Syafrizal
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

BLANGPIDIE (Waspada.id): “Usaha tanpa doa adalah kesombongan, doa tanpa usaha adalah kebohongan.”

Pesan tegas itu menjadi inti khutbah Jumat, yang disampaikan Tgk Supriadi, yang akrab disapa Tgk Iyan An Warmus Ujta, di Masjid Al Munawwarah, Desa Ujung Tanah, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Jumat (9/10).

Pesan tersebut mengingatkan umat Islam bahwa, doa dan usaha bukanlah dua hal yang saling menggantikan, melainkan harus berjalan beriringan dalam menjalani kehidupan. Doa menjadi wujud penghambaan dan pengakuan atas keterbatasan manusia, sedangkan usaha merupakan bukti kesungguhan dalam menjemput harapan.

Dalam perspektif keimanan kata Tgk Iyan, berdoa tanpa berikhtiar berisiko menjadikan harapan sekadar angan-angan. Sebaliknya, bekerja tanpa melibatkan Allah, dapat menumbuhkan perasaan bahwa, keberhasilan semata-mata merupakan hasil kemampuan diri sendiri, hingga melupakan peran Tuhan dalam kehidupan.

Karena itu tambahnya, tawakal tidak boleh dimaknai sebagai sikap pasif, dengan menyerahkan seluruh persoalan kepada takdir, tanpa melakukan apa pun. Tawakal justru hadir setelah ikhtiar dilakukan secara sungguh-sungguh, disertai doa, kejujuran dan kesediaan menerima hasil dengan lapang dada.

Prinsip tersebut relevan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari mencari nafkah, mendidik anak, menuntut ilmu, hingga menjalankan amanah dan tanggung jawab sosial. Setiap cita-cita membutuhkan kesungguhan, perencanaan, dan tindakan nyata. Doa memberikan kekuatan batin, sementara ikhtiar menjadi jalan untuk mewujudkan tujuan.

Tgk Iyan menegaskan, kesalehan tidak cukup berhenti pada ucapan dan ritual, tetapi harus tercermin dalam perilaku, kedisiplinan, kejujuran, serta tanggung jawab terhadap sesama. "Demikian pula, keberhasilan tidak semestinya melahirkan kesombongan. Semakin tinggi pencapaian seseorang, semakin besar pula tuntutan untuk bersyukur, menjaga amanah, dan menyadari bahwa kemampuan manusia tetap memiliki batas," demikian Tgk Iyan An Warmus Ujta.

Pesan yang disampaikan Tgk Iyan tersebut, pada akhirnya menegaskan satu prinsip mendasar: berdoalah seolah menyadari sepenuhnya ketergantungan kepada Allah, berusahalah dengan kesungguhan sebagai wujud tanggung jawab, atas kehidupan yang diamanahkan.

Sebab, iman bukan alasan untuk berhenti bergerak, sebagaimana kerja keras bukan alasan untuk melupakan Sang Pencipta.(id82)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement