Breaking News
Memuat breaking news...

Dosen Polmed Dampingi Sukamaju Farm Optimalkan Penjualan Jamur Tiram Lewat Dashboard Analitik

Redaksi
Redaksi
Minggu, 27 September 2026 - 7.46 PM WIB
Dosen Polmed Dampingi Sukamaju Farm Optimalkan Penjualan Jamur Tiram Lewat Dashboard Analitik
Foto bersama tim dosen dan mahasiswa Polmed dengan perwakilan Sukamaju Farm usai kegiatan pendampingan dashboard analitik penjualan.Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Pengelolaan usaha jamur tiram di Sukamaju Farm, Desa Sukamaju, Kabupaten Deli Serdang, kini mulai beralih dari pencatatan manual ke sistem digital.

Melalui sebuah dashboard analitik, petani dapat memantau hasil panen, perkembangan penjualan hingga keuntungan usaha hanya dalam satu layar.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan tim dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Medan (Polmed), Jumat (12/9/2026).

Kegiatan bertajuk “Pendampingan Penggunaan Dashboard Analitik Penjualan Jamur Tiram di Sukamaju Farm” itu menjadi salah satu upaya kampus vokasi dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku UMKM, khususnya di sektor pertanian.

Kegiatan ini bertujuan membantu pelaku usaha budi daya jamur tiram dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memantau dan menganalisis data penjualan secara lebih efektif.

Tim PKM yang diketuai oleh Virdyra Tasril, S.Kom., M.Kom., dan didampingi tiga anggota dosen yaitu Fristi Riandari, S.Kom., M.Kom., Hikmah Adwin Adam, S.Kom., M.Kom., dan Ramadhanu Ginting, S.Kom., M.Kom., serta lima mahasiswa Polmed yang turut ambil bagian dalam pelaksanaan program.

Berbeda dari pencatatan usaha secara konvensional, dashboard yang diperkenalkan tim Polmed dirancang menyesuaikan kebutuhan budidaya jamur tiram.

Melalui sistem tersebut, pemilik Sukamaju Farm dapat melihat jumlah panen baglog pada setiap periode, memantau tren penjualan, hingga mengetahui tingkat keuntungan dari setiap siklus panen secara lebih praktis.

Data yang sebelumnya tersebar dalam catatan manual kini dapat dihimpun dan ditampilkan secara lebih terstruktur. Informasi tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menentukan langkah produksi dan pemasaran berikutnya.

Pendampingan juga dilakukan secara langsung dan interaktif. Pemilik usaha tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai fungsi dashboard, tetapi turut mempraktikkan penggunaannya menggunakan laptop, mulai dari memasukkan data hasil panen hingga membaca laporan keuntungan yang ditampilkan secara otomatis.

Ketua Tim PKM Polmed, Virdyra Tasril, mengatakan pemanfaatan dashboard tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha memahami kondisi bisnis secara lebih menyeluruh.

“Ini adalah bentuk kontribusi nyata kami untuk mendukung digitalisasi UMKM, khususnya budidaya jamur tiram. Harapannya, dashboard ini tidak hanya membantu memahami tren penjualan, tapi juga mengukur efisiensi dan keuntungan dari setiap siklus baglog, sehingga strategi produksi dan pemasaran bisa lebih tepat sasaran,” ujar Virdyra.

Antusiasme pemilik Sukamaju Farm terlihat saat mencoba mengoperasikan sistem tersebut dengan didampingi tim dosen dan mahasiswa Polmed.

Bagi mahasiswa yang terlibat, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam persoalan nyata di tengah masyarakat.

Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengenalan teknologi, tetapi dapat menjadi langkah awal dalam membangun pengelolaan usaha yang lebih tertata dan berbasis data.

Kolaborasi Polmed dengan Sukamaju Farm juga memperlihatkan bagaimana teknologi sederhana dapat dimanfaatkan untuk membantu UMKM pertanian dalam mengelola produksi, penjualan, dan keuntungan secara lebih efektif.

Ke depan, pemanfaatan teknologi semacam ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi vokasi dan pelaku usaha daerah, sekaligus mendorong kemandirian serta keberlanjutan UMKM pertanian di Sumatera Utara.(Id13)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement