Breaking News
Memuat breaking news...

Dosen USU Kenalkan Budaya dan Kehidupan Jepang Kepada Siswa SMK Al Farabi

Redaksi
Redaksi
Kamis, 8 Oktober 2026 - 11.56 AM WIB
Dosen USU Kenalkan Budaya dan Kehidupan Jepang Kepada Siswa SMK Al Farabi
Siswa SMK Al Farabi mendengarkan paparan dari para dosen dan mahasiswa program study Sastra Jepang. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Program Studi Sastra Jepang Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMK Al Farabi dengan memberikan edukasi mengenai budaya, kehidupan pelajar, serta gambaran pendidikan dan kehidupan masyarakat di Jepang.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa SMK Al Farabi dan menghadirkan tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Sastra Jepang USU yang terdiri atas dosen dan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, para siswa diajak mengenal Jepang secara lebih dekat, tidak hanya dari sisi bahasa, tetapi juga budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakatnya.

Salah satu materi yang disampaikan adalah pengenalan wilayah Kyushu, khususnya Prefektur Fukuoka dan Kota Kitakyushu. Para mahasiswa juga memperkenalkan daerah asal mereka, termasuk Prefektur Oita dan Tokushima, serta berbagai keunikan yang dimiliki daerah tersebut.

Dalam pemaparan mengenai Prefektur Oita, siswa diperkenalkan dengan daerah yang dikenal sebagai salah satu pusat pemandian air panas (onsen) terbesar di Jepang. Beppu Onsen dan Yufuin Onsen, misalnya, merupakan destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Selain itu, siswa juga mendapatkan informasi mengenai kuliner khas Oita, seperti toriten dan dangojiru, serta keindahan alam Pegunungan Kuju dan Lembah Yabakei yang terkenal dengan panorama alam dan keindahan daun musim gugur.

Tidak hanya mengenalkan daerah dan budaya, kegiatan tersebut juga memberikan gambaran mengenai kehidupan siswa SMA di Jepang. Para peserta diperkenalkan dengan berbagai kegiatan yang biasa dilakukan pelajar Jepang selama satu tahun, mulai dari upacara masuk sekolah pada April, turnamen olahraga pada Juni, festival budaya pada September, studi tur pada Desember, hingga upacara kelulusan pada Maret.

Suasana kegiatan semakin menarik ketika mahasiswa asal Jepang mengajak para siswa SMK Al Farabi berinteraksi secara langsung melalui kegiatan sederhana seperti membuat origami. Aktivitas tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk merasakan secara langsung salah satu bentuk budaya Jepang sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan para mahasiswa.

Pembina Yayasan Al Farabi, Maulana Malik Muttaqim, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengatakan, SMK Al Farabi saat ini mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap peluang pendidikan dan pekerjaan di Jepang bagi para lulusannya.

“Mulai tahun ajaran 2026/2027, walaupun jurusan kami Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), kami menambahkan satu mata pelajaran Bahasa Jepang,” ujarnya.

Menurut Maulana, langkah tersebut dilakukan untuk membuka wawasan sekaligus mempersiapkan siswa terhadap peluang yang semakin terbuka di Jepang. Ia berharap para lulusan SMK Al Farabi memiliki lebih banyak pilihan setelah menyelesaikan pendidikan, termasuk melanjutkan studi maupun bekerja di Jepang.

Ia menambahkan, kehadiran mahasiswa dari Jepang dalam kegiatan PkM tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi para siswa. Selain memperkenalkan budaya Jepang, para mahasiswa juga menceritakan daerah asal mereka, kampus tempat mereka menempuh pendidikan, serta kehidupan sebagai mahasiswa di Jepang.

Menurutnya, interaksi langsung tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih nyata kepada siswa mengenai kehidupan di Jepang dan kemungkinan melanjutkan pendidikan ke negara tersebut.

Kegiatan PkM ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pengenalan budaya semata, tetapi juga menjadi jembatan untuk memperluas wawasan siswa SMK Al Farabi mengenai pendidikan, budaya, dan peluang masa depan di Jepang.(Id13)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement