Breaking News
Memuat breaking news...

Dr. Hamka Masuk Dewan Penasihat Pusat APSP-PTK 2025–2028

Redaksi
Redaksi
Senin, 21 September 2026 - 8.04 PM WIB
Dr. Hamka Masuk Dewan Penasihat Pusat APSP-PTK 2025–2028
Dekan FTIK UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Hamka, M.Hum., saat memberikan pandangan terhadap program PPG di Jakarta. Waspada.id/ist.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

P. SIDIMPUAN (Waspada.id): Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Hamka, M.Hum., dipercaya menjadi Dewan Penasihat Asosiasi Program Studi Pendidikan Profesi Guru Perguruan Tinggi Keagamaan (APSP-PTK) Pusat periode 2025–2028.

Terpilihnya Dr. Hamka dalam struktur kepengurusan pusat ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi UIN Syahada Padangsidimpuan, khususnya FTIK. Hal ini menandakan bahwa gagasan, pengalaman, serta kiprah lembaga di bidang pendidikan guru telah diakui di tingkat nasional.

"Alhamdulillah, saya dipercaya menjadi bagian dari Dewan Penasihat APSP-PTK Pusat. Ini merupakan amanah untuk berkontribusi memperkuat jaringan perguruan tinggi dalam mendorong penguatan mutu pendidikan," kata Dr. Hamka, M.Hum., Senin (21/9/2026).

Dijelaskan, dalam rapat nasional APSP-PTK di Jakarta pada 16–18 September 2026, yang dihadiri pimpinan perguruan tinggi keagamaan dari seluruh Indonesia, ditetapkan Pengurus dan Dewan Penasihat APSP-PTK Masa Bakti 2025–2028.



Pengurus dan dewan penasihat APSP-PTK sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 001/PP-APSP-PTK/SK/09/2026 langsung dikukuhkan pada rapat tersebut. Kepengurusan baru ini diharapkan dapat membawa kemajuan bagi Program Studi Pendidikan Profesi Guru.

Dalam rapat tersebut, Dr. Hamka menyampaikan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program PPG-PTK yang telah berjalan. Hamka menegaskan bahwa mutu lulusan PPG harus terus dijaga dan ditingkatkan agar sejajar dengan standar pendidikan nasional maupun kebutuhan dunia kerja.

“Kita tidak sekadar mencetak guru, melainkan pendidik yang berkarakter, berilmu, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujarnya dalam sesi diskusi rapat.

Dr. Hamka juga menggarisbawahi pentingnya sinkronisasi kurikulum, penguatan kapasitas dosen, serta perluasan kerja sama antarperguruan tinggi keagamaan.

Ia mendorong agar setiap program studi memiliki arah yang jelas, terukur, dan berbasis akreditasi, sehingga kehadiran asosiasi ini benar-benar memberi dampak nyata bagi kemajuan pendidikan guru di lingkungan PTK. (id46)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement