Breaking News
Memuat breaking news...

DYMM Ariefanda Abdul Djalil Rahmad Shah Al Hajj Sultan Ke-15 Langkat

Redaksi
Redaksi
Senin, 21 September 2026 - 8.56 PM WIB
DYMM Ariefanda Abdul Djalil Rahmad Shah Al Hajj Sultan Ke-15 Langkat
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TANJUNGPURA, Langkat (Waspada.id): Kesultanan Negeri Langkat saat ini dipimpin oleh DYMM Ariefanda Abdul Djalil Rahmad Shah Al Hajj sebagai Sultan Langkat yang baru.

Pemasyuran Sultan ke-15 Langkat, DYMM Ariefanda Abdul Djalil Rahmad Shah Al Hajj dilaksanakan pada Sabtu, 19 September 2026 di Balai Pustaka T. Amir Hamzah Mesjid Azizi Tanjungpura, Langkat.

DYMM Ariefanda meneruskan kepemimpinan dan takhta Kesultanan Langkat menggantikan Sultan ke-14 Langkat Tuanku Sultan Azwar Abdul Jalil Rahmad Shah Al-Hajj (bin Tengku Maimun) yang mangkat pada 12 Mei 2026 di Medan.

DYMM Ariefanda Abdul Djalil Rahmad Shah Al Hajj bersama permaisuri tiba di lokasi acara disambut payung kebesaran dan atraksi silat Sembah Duli/Tarek diiringi musik nobat. Seluruh undangan berdiri sebagai sikap hormat kepada Sultan yang baru.

Setelah duduk di singgasana, acara pemasyuran Gelar Diraja dilaksanakan oleh Majelis Adat Kesultanan diawali atraksi Tari Junjung Duli oleh 5 penari pria, dilanjutkan prosesi Jemput Semangat oleh 5 orang Wakil Juriat, penganugerahan Kebesaran Adat Diraja Negeri Langkat ditandai penyerahan 7 sertifikat, plakat dan pin oleh DYMM Ariefanda Abdul Djalil Rahmad Shah Al Hajj sertai surat pembuka pemberi gelar adat dibacakan oleh Orang Kaya Zulfani Anhar,

Setelah selesai dilanjutkan pembacaan doa dari para tetua adat dan undangan dipimpin oleh Tuan Syeh Haji Jaharuddin Batubara, MA.

Sultan Langkat ke-15 DYMM Ariefanda Abdul Djalil Rahmad Shah Al Hajj dalam titahnya mengatakan: "Kita adalah penerus adat Melayu di Langkat yang diikat oleh tali persaudaraan oleh baik sangka yang ikhlas, oleh amanah datuk moyang, oleh keyakinan bahwa marwah negeri bukanlah milik seorang melainkan amanah bersama."

"Sebab itu beta berpesan adat jangan hanya dipakai ketika isdiadat, adat hendaklah hidup dalam perbuatan, adat jangan hanya disebut dalam bicara, dan adab hendaklah nyata dalam laku," pesannya.

Sultan Langkat yang baru juga mengingatkan orang Melayu tidak memisahkan adat daripada agama. Adat tumbuh dari syara, tumbuh dari kitabullah. Adat sebenar bersandar pada kitabullah dan sunatullah. Adat yang diadatkan tumbuh dari mufakat. Adat nan beradab bergerak mengikuti zaman selama tidak menyimpang dari pokok yang benar.

Ditegaskan oleh Sultan Langkat ke-15, adat istiadat dan adab bisa menjadi pusat kebiasaan yang diwariskan turun temurun. Adat yang boleh disesuaikan dengan zaman biarlah disesuaikan yang diperbaiki biarlah diperbaiki.

"Namun adat yang sebenar adat yang bertaut pada kitabullah, sunnah dan nilai adab jangan dtanjak alih sesuka hati karena disanalah akar marwah Melayu berpegang," tegasnya.

Sultan Langkat ke-15, DYMM Ariefanda Abdul Djalil Rahmad Shah Al Hajj selanjutnya mengingatkan bahwa dalam tradisi Melayu pemimpin didahulukan bukan dimuliakan tanpa batas tetapi untuk menunjukkan jalan. Pemimpin hendaklah dekat dengan orang yang dipimpinnya, ditinggikan kedudukannya tapi jangan meninggi hati, didahulukan langkahnya tapi jangan meninggalkan kaum di belakangnya.

Sultan Langkat ke-15 menegaskan siapa pun yang memegang amanat hedaklah ingat gelar dapat diwariskan tetapi mawah mesti dipelihara, kedudukan dapat diberikan tetapi kepercayaan mesti diperoleh. " Ada empat tiang pemimpin Melayu. Pemimpin hendaklah banyak tahu, banyak arif, banyak bijak dan cerdik." urainya.

Ia menggarisbawahi bahwa yang menjadikan seseorang menjadi pemimpin besar bukan sematamata tinggi tempat duduknya melainkan tinggi budi pekertinya.

Prosesi acara pemasyuran Sultan Langkat ke-15, DYMM Ariefanda Abdul Djalil Rahmad Shah. Al Hajj diisi dengan pembacaan ayat suci Al Qur`an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, diakhiri santap diraja, sholat Zuhur serta ditutup dengan ziarah kubur Sultan Langkat ke-14, Tengku Azwar Aziz, sebagai penghormatan leluhur Kesultanan

Acara pemasyuran Sultan Langkat ke-15 turut dihadiri oleh unsur Muspika, tokoh-tokoh Melayu di Sumatera serta undangan lain. (id08)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement