Breaking News
Memuat breaking news...

Evyap Investasikan US$130 Juta Di KEK Sei Mangkei, Perkuat Hilirisasi Sawit Dan Ekspor

Redaksi
Redaksi
Rabu, 8 Juli 2026 - 8.05 AM WIB
Evyap Investasikan US$130 Juta Di KEK Sei Mangkei, Perkuat Hilirisasi Sawit Dan Ekspor
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Perusahaan asal Turki, PT Evyap Sabun Indonesia, merealisasikan investasi senilai sekitar US$130 juta di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara. Investasi tersebut diharapkan memperkuat rantai nilai industri berbasis kelapa sawit, meningkatkan daya saing ekspor Indonesia, serta menjadi sinyal kuat tingginya kepercayaan investor global terhadap iklim investasi nasional.

Peresmian operasional fasilitas produksi Evyap dilakukan melalui Grand Opening Ceremony PT Evyap Sabun Indonesia di KEK Sei Mangkei pada Kamis (2/7/2026) lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, Rizal Edwin Manansang mengatakan, kehadiran Evyap menjadi bukti keberhasilan pengembangan KEK dalam membangun ekosistem industri yang kompetitif melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan para pemangku kepentingan.

“Investasi ini sekaligus menjadi bukti keberhasilan pengembangan KEK dalam membangun ekosistem industri yang kompetitif melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan para stakeholder,” ujar Rizal dalam keterangan resmi dilansir dari Investor Daily, Rabu (8/7/2026).

Masuknya investasi Evyap semakin memperkuat kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) dalam pengembangan kawasan ekonomi khusus. Saat ini, PMA mendominasi sekitar 73 persen dari total investasi di seluruh KEK, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap kawasan tersebut sebagai basis investasi manufaktur berorientasi ekspor.

Secara kumulatif, realisasi investasi di KEK Sei Mangkei sejak 2012 hingga triwulan I-2026 telah mencapai Rp31,8 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 14.689 orang. Kawasan ini juga memiliki posisi strategis karena berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka yang menghubungkan Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa, dan Afrika.

Kehadiran PT Evyap Sabun Indonesia turut memperkuat ekosistem hilirisasi industri berbasis kelapa sawit. Perusahaan menyatakan investasi tersebut merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas jangkauan pasar internasional.

Saat ini, Evyap Life Chemistry melayani lebih dari 600 pelanggan di 55 negara. Setelah melalui proses pembangunan selama sekitar tiga tahun sejak Maret 2023, fasilitas produksi di KEK Sei Mangkei resmi beroperasi dan memproduksi berbagai produk oleokimia, seperti fatty acids, glycerin, soap noodles, hingga produk jadi untuk memenuhi permintaan pasar global.

“Dengan dukungan tiga fasilitas produksi yang memiliki kapasitas gabungan mencapai 650.000 ton per tahun,” kata Rizal.

Selain lokasinya yang strategis, KEK Sei Mangkei juga menawarkan sejumlah keunggulan, seperti pengembangan klaster industri berbasis komoditas unggulan, konektivitas logistik yang kuat, dukungan kebijakan dan insentif investasi, serta penerapan konsep kawasan hijau melalui pemanfaatan energi biomassa dan biogas.

CEO Life Chemistry Evyap, Saw Lee Chyan, mengatakan pemilihan KEK Sei Mangkei membantu perusahaan mempercepat pembangunan fasilitas produksi berkat berbagai kemudahan yang tersedia di kawasan tersebut.

“Keberadaan KEK Sei Mangkei sangat membantu kami mempercepat proses pembangunan hingga fasilitas produksi dapat segera beroperasi dibandingkan di lokasi lain. Hal ini karena KEK Sei Mangkei menawarkan layanan yang terintegrasi sebagai one-stop solution bagi kawasan industri," kata dia.

Sementara itu, Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Heldy Satrya Putera, menilai investasi Evyap merupakan langkah strategis dalam memperkuat industri hilir nasional sekaligus memperkokoh rantai pasok domestik.

“Investasi ini juga menciptakan lapangan kerja berkualitas, mengembangkan kapabilitas industri dalam negeri, mendorong alih teknologi, memperkuat pemasok domestik, serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam rantai nilai manufaktur global,” kata Heldy. (invid)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement