Breaking News
Memuat breaking news...

Fosil BKMI Kota Binjai Resmi Terbentuk

Redaksi
Redaksi
Rabu, 30 September 2026 - 7.53 AM WIB
Fosil BKMI Kota Binjai Resmi Terbentuk
Forum Silaturahmi dan Komunikasi Badan Kemakmuran Masjid Indonesia (FOSIL BKMI) Kota Binjai resmi terbentuk, Minggu (27/9). Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id) : Forum Silaturahmi dan Komunikasi Badan Kemakmuran Masjid Indonesia (FOSIL BKMI) Kota Binjai resmi terbentuk melalui rapat bersama antara penerima mandat pembentukan kepengurusan dengan DPW FOSIL BKMI Sumatera Utara, Minggu (27/9)

Dalam rapat tersebut, secara aklamasi disepakati Tengku. Kamarul Zaman sebagai Ketua yang akan menakhodai FOSIL BKMI Kota Binjai, Ariffani, SH, MH sebagai Sekretaris, dan Antasari, SH sebagai Bendahara.

Pertemuan diawali dengan pengantar dari Lukman Hakim, SE, yang mewakili FOSIL BKMI Sumatera Utara.

Menurut Lukman, pembentukan FOSIL BKMI Kota Binjai memiliki arti penting dalam mendukung percepatan implementasi visi dan misi FOSIL BKMI di Sumatera Utara.

“FOSIL BKMI Sumut sangat antusias agar di Kota Binjai segera terbentuk kepengurusan. Penerima mandat diharapkan segera menyusun struktur organisasi kepengurusan,” ujar Lukman.

Ia mengatakan, pembentukan kepengurusan tersebut juga berkaitan dengan hasil audiensi FOSIL BKMI dengan Wali Kota Binjai H. Amir Hamzah, yang antara lain menyampaikan harapan agar FOSIL dapat berpartisipasi dalam percepatan pengurusan akta wakaf serta membantu meningkatkan kapasitas BKM di Kota Binjai.

“Kami berharap FOSIL dapat membantu melatih BKM di Kota Binjai agar mampu melakukan pengelolaan masjid secara baik, efektif dan profesional,” katanya.

Sebelum menerima mandat pembentukan kepengurusan, Ariffani bersama sejumlah tokoh yang memiliki perhatian terhadap keberadaan Masjid Raya Binjai telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan T. Zulkifli Hamzah, T. Ariefadillah, Lukman Hakim, Abdul Rahman dan T. Karamul Zaman dan Tokoh-tokoh masyarakat kita Binjai lainnya.

Menurut Ariffani, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kondisi kepengurusan kenaziran Masjid Raya Binjai yang saat ini memerlukan pembenahan karena hanya tersisa satu orang pengurus yang masih aktif.

“Kami telah melakukan beberapa kegiatan di Kota Binjai, antara lain bertemu dengan KUA Kecamatan Binjai, audiensi dengan BWI Sumatera Utara, serta bertemu dengan Nazir Masjid Raya Binjai. Dari proses tersebut kami memperoleh dokumen berupa Sertifikat Hak Wakaf dan Ikrar Wakaf Pengganti,” kata Ariffani.

Ia menambahkan, dari rangkaian kegiatan tersebut muncul kesimpulan bahwa diperlukan sebuah wadah yang dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan terkait wakaf dan pengelolaan masjid secara terorganisasi.

“Karena itu, kami berkesimpulan bahwa untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan wakaf dan pengelolaan masjid, perlu dibentuk FOSIL BKMI Kota Binjai,” ujar Ariffani yang juga berprofesi sebagai advokat.

Pemko Binjai Siapkan Dukungan Sekretariat

Dalam rapat tersebut juga disampaikan laporan mengenai hasil audiensi antara FOSIL BKMI Sumatera Utara dan penerima mandat pembentukan FOSIL BKMI Kota Binjai dengan Pemerintah Kota Binjai.

Dalam laporan tersebut disampaikan bahwa Wali Kota Binjai H. Amir Hamzah memberikan dukungan berupa fasilitas sekretariat bagi FOSIL BKMI Kota Binjai di Gedung MTQ Binjai.

Selain itu, Pemko Binjai juga memberikan dukungan terhadap program percepatan pengurusan wakaf masjid serta program pelatihan manajemen pengelolaan masjid secara profesional.

Ketua FOSIL BKMI Kota Binjai terpilih, Tengku. Kamarul Zaman, menyampaikan bahwa program FOSIL BKMI Sumatera Utara sejalan dengan perhatian dan program yang akan dilakukan oleh Zuriat Kesultanan Langkat di Binjai, khususnya dalam mendorong pembenahan kenaziran masjid.

“Kami senang dengan program FOSIL BKMI Sumut karena sejalan dengan visi dan misi Zuriat Kesultanan Langkat. Kami ingin agar kenaziran masjid, khususnya Masjid Raya Binjai, dapat dibentuk dan dikelola secara profesional,” ujar T. Kamarul Zaman.

FOSIL BKMI Harus Membangun Usaha Produktif

Setelah laporan dari Ariffani dan T. Kamarul Zaman selaku penerima mandat, rapat dilanjutkan dengan tanggapan dan masukan dari sejumlah peserta, di antaranya T. Ariefadillah, M. Sya’i, T. Abdul Rahman, serta H. Joidi, SE, yang mewakili FOSIL BKMI Pusat.

H. Joidi menekankan pentingnya membangun usaha ekonomi produktif sebagai salah satu sumber pendukung keberlangsungan program organisasi.

“FOSIL BKMI harus memiliki usaha ekonomi produktif untuk menopang programnya. Kalau tidak, program FOSIL tidak akan bisa berjalan,” tegasnya.

Ia mencontohkan program Wakaf Sawah FOSIL BKMI Medan Denai yang telah beberapa kali melaksanakan panen dan hasilnya dimanfaatkan untuk membantu masyarakat miskin.“Ini salah satu bentuk usaha produktif. Kalau bisa, Binjai juga membangun program seperti itu,” ujarnya.

Pengurus Resmi Dikukuhkan Secara Simbolis

Rapat kemudian ditutup dengan pemasangan Pin FOSIL BKMI kepada pengurus yang telah dipercaya memimpin FOSIL BKMI Kota Binjai, yaitu: Ketua: Tengku Kamarul Zaman, Sekretaris: Ariffani, SH, MH, Bendahara: Antasari, SH

Ketua FOSIL BKMI Sumatera Utara, H. Syahlan Zuhri Nasution, dalam arahannya berharap terbentuknya kepengurusan FOSIL BKMI Kota Binjai segera diikuti dengan gerakan dan program nyata.

“Kami berharap dengan terbentuknya kepengurusan FOSIL BKMI Binjai ini, gerak dan langkah program nyata harus segera dilakukan. Kota Binjai beruntung mendapatkan dukungan dari Bapak H. Amir Hamzah selaku Wali Kota Binjai. Dukungan ini harus diterima secara positif dan aktif, jangan disia-siakan,” tegasnya.

Ia menambahkan, persoalan penyempurnaan kepengurusan dapat dilakukan secara bertahap dan tidak seharusnya menjadi hambatan untuk segera menjalankan program.

“Kalau soal kepengurusan nanti perlu diperbaiki, tentu bisa diperbaiki. Akan tetapi jangan sampai menjadi kendala untuk berbuat dan membangun masjid yang baik serta profesional,” katanya.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain H. Syahlan Zuhri Nasution, Tengku. Kamarul Zaman, Ariffani, MH, Lukman Hakim, Antasari, SH, T. Ariefadillah, T. Abdul Rahman, Surya Herdiansyah, M. Sya’i, S.Pd., Nasution (Sekum), H. Joidi, SE, dan Syaifuddin Zuhri.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa, ramah tamah dan makan bersama.(wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement