Breaking News
Memuat breaking news...

Guruh Soekarnoputra Wafat, Sutarto: Sumut Kehilangan Sosok Budayawan Dan Sukarnois Sejati

Redaksi
Redaksi
Minggu, 27 September 2026 - 11.13 AM WIB
Guruh Soekarnoputra Wafat, Sutarto: Sumut Kehilangan Sosok Budayawan Dan Sukarnois Sejati
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Dr. Sutarto, M.Si. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id) – Kabar wafatnya Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati, meninggalkan duka bagi keluarga besar PDI Perjuangan. Guruh yang dikenal sebagai seniman, budayawan dan tokoh yang memiliki perhatian besar terhadap kebudayaan Indonesia, meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB dalam usia 73 tahun.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Dr. Sutarto, M.Si., menyampaikan belasungkawa atas kepergian Guruh. Ia mengenang almarhum sebagai sosok budayawan yang memiliki kontribusi besar, baik dalam bidang kesenian maupun terhadap perjalanan partai.

“Beliau budayawan hebat, sumbangsihnya terhadap partai begitu besar dan Sukarnois sejati. Saya mengagumi sosok beliau,” ujar Sutarto, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Sutarto yang juga Wakil Ketua DPRD Sumut, wafatnya Guruh bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia seni dan kebudayaan Indonesia serta keluarga besar PDI Perjuangan.

Ia menyebut Guruh memiliki kontribusi penting dalam perjalanan PDI Perjuangan, salah satunya melalui karya musik yang menjadi mars partai.

“Beliau pencipta lagu mars PDI Perjuangan. Lagu wajib di seluruh acara partai,” jelasnya.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum, Sutarto mengatakan seluruh struktur PDI Perjuangan di Sumatera Utara menjalankan instruksi DPP untuk mengibarkan bendera partai setengah tiang selama tujuh hari.

“Sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum, seluruh struktur partai hingga tingkat terbawah diinstruksikan mengibarkan bendera partai setengah tiang selama tujuh hari,” katanya.

Sutarto mengatakan, Guruh merupakan sosok yang mendedikasikan kehidupannya pada bidang politik dan kesenian. Kiprahnya di bidang kebudayaan, menurut dia, turut memperkuat kesadaran tentang pentingnya mempertahankan identitas bangsa.

“Kita menghormati dan menghargai benar karya-karya almarhum. Beliau selalu menegaskan fondasi jati diri bangsa yang harus memiliki identitas jelas, bukan sekadar warisan masa lalu,” ujarnya.

Ia menambahkan, Guruh juga memberikan perhatian terhadap pentingnya generasi muda mengenal kebudayaan Indonesia. Pelestarian budaya, kata Sutarto, perlu diperkenalkan dan dipelajari secara berkelanjutan, mulai dari usia anak-anak hingga dewasa.

“Banyak anak bangsa wajib mengenal budaya Indonesia sendiri, sehingga pelestarian harus disadari dan dipelajari dari usia anak-anak hingga tua agar tidak punah,” katanya.

Sutarto menegaskan, keluarga besar PDI Perjuangan Sumut merasakan kehilangan atas wafatnya Guruh Soekarnoputra. Ia berharap karya dan pemikiran almarhum di bidang seni dan kebudayaan tetap dihargai serta menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya Indonesia.

Anak Kelima Soekarno-Fatmawati

Guruh Soekarnoputra merupakan anak kelima sekaligus anak paling bungsu dari pasangan Presiden Soekarno dan Fatmawati.

Ia lahir pada 13 Januari 1953. Guruh memiliki empat saudara kandung, yakni Guntur Soekarnoputra yang lahir pada 3 November 1944, Megawati Soekarnoputri pada 23 Januari 1947, Rachmawati Soekarnoputri pada 27 September 1950, dan Sukmawati Soekarnoputri pada 26 Oktober 1951.

Rachmawati Soekarnoputri meninggal dunia pada 3 Juli 2021 dalam usia 70 tahun. Dengan wafatnya Guruh, dari lima anak Soekarno dan Fatmawati, tiga di antaranya masih hidup.

Jenazah Guruh Soekarnoputra rencananya dimakamkan di samping makam ibundanya, Fatmawati, di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.

“Semoga almarhum ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT,” pungkas Sutarto.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement