Breaking News
Memuat breaking news...

Harga Beras Premium Naik, Bulog Siapkan 300 Ribu Ton hingga Akhir 2026

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 8.03 AM WIB
Harga Beras Premium Naik, Bulog Siapkan 300 Ribu Ton hingga Akhir 2026
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Harga beras yang terus merangkak naik mendorong Perum Bulog memperkuat pasokan beras premium di pasaran. Perusahaan pelat merah tersebut menargetkan produksi beras komersial kualitas premium sebanyak 300 ribu ton hingga Desember 2026 untuk meredam kenaikan harga, terutama di ritel modern dan pasar swalayan.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, langkah intervensi tersebut dilakukan menyusul kenaikan harga beras di tingkat konsumen yang dipicu tingginya harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani.

Menurut Rizal, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan harga beras yang bertahan sejak awal tahun umumnya didominasi beras kualitas premium.

"Sesuai arahan Pak Mentan karena ada indikasi mulai ada kenaikan-kenaikan tersebut, Bulog diperintahkan untuk segera membuat beras komersial dengan jumlah 300 ribu ton sampai dengan bulan Desember nanti," ujar Rizal dalam konferensi pers Pengadaan 4 Juta Ton Beras di kantor Bulog, Jakarta Selatan, Jumat (9/10).

Rizal menjelaskan, proses pengolahan beras premium tersebut terus dipacu dengan melibatkan mitra penggilingan di berbagai daerah. Hingga saat ini, realisasi produksi telah mencapai puluhan ribu ton.

Pasokan beras komersial tersebut terutama diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kelas menengah yang tidak menjadi sasaran program bantuan pangan pemerintah.

"Nah ini kita sedang pacu direktur pemasaran untuk mengolah beras Bulog yang kita beli secara komersial menjadi beras premium. Nah ini kalau enggak salah per hari ini ya sudah mencapai lebih kurang sekitar 71 ribu sampai 72 ribu ton dengan melibatkan seluruh mitra-mitra Bulog dari Sabang sampai Merauke," ungkapnya.

Harga Gabah Tembus Rp9.000 per Kg

Rizal mengungkapkan, kenaikan harga beras di pasaran tidak terlepas dari terbatasnya pasokan setelah periode panen raya berlalu. Berkurangnya gabah yang dipanen turut memicu persaingan antarpembeli di tingkat petani sehingga harga gabah meningkat.

Saat ini, harga gabah di sejumlah daerah disebut telah melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Bahkan, harga di tingkat petani dilaporkan mencapai Rp9.000 per kilogram.

"Kenaikan harga gabah yang saat ini memang yang panen saat ini kan sedikit nih, enggak banyak. Maka oleh karena itu teman-teman petani rata-rata harga gabah sudah di atas Rp7.000, bahkan ada yang mencapai Rp8.000 bahkan Rp9.000," jelasnya.

Tingginya harga gabah tersebut menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keterjangkauan harga beras di tingkat konsumen. Di sisi lain, masyarakat tetap membutuhkan pasokan beras dengan harga yang stabil, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Bulog Andalkan Beras Premium di Ritel Modern

Untuk memperkuat intervensi pasar, Bulog mulai memperluas ketersediaan beras premium komersial melalui jaringan ritel modern di berbagai kota besar.

Sejumlah merek yang dipasarkan antara lain B-Food, Punokawan, dan Setra Ramos. Bulog berharap penambahan pasokan tersebut dapat memperkuat persediaan di tingkat ritel sekaligus membantu menahan kenaikan harga.

"Kalau teman-teman monitor di lapangan, khusus yang di kota-kota besar, ritel-ritel modern sudah mulai terisi banyak dengan beras-beras premium buatannya Bulog. Namun mudah-mudahan dalam waktu dekat dengan intervensi Bulog ini yang 300 ribu ton, harga akan stabil," tegas Rizal.

Dengan target produksi 300 ribu ton hingga akhir tahun, Bulog berharap pasokan beras premium semakin merata dan kebutuhan konsumen di luar penerima bantuan pangan dapat terpenuhi.

Efektivitas langkah tersebut akan bergantung pada realisasi produksi, kelancaran distribusi, serta kemampuan pasokan tambahan dalam menahan tekanan harga beras di pasaran hingga akhir 2026. (cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement