Breaking News
Memuat breaking news...

Harga Cabai Tembus Rp200 Ribu, Amran Perintahkan Bapanas Turun ke Lapangan

Redaksi
Redaksi
Selasa, 6 Oktober 2026 - 7.37 AM WIB
Harga Cabai Tembus Rp200 Ribu, Amran Perintahkan Bapanas Turun ke Lapangan
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Harga cabai di sejumlah daerah semakin menggila. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), harga cabai rawit bahkan menembus Rp200 ribu per kilogram pada minggu pertama Oktober 2026.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merespons kenaikan harga tersebut dengan meminta Badan Pangan Nasional (Bapanas) segera turun ke lapangan untuk mengecek kondisi harga sekaligus mencari penyebab lonjakan.

BPS mencatat harga cabai rawit tertinggi mencapai Rp200 ribu per kg di Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Nduga. Sementara harga cabai merah tertinggi mencapai Rp193.333 per kg di Kabupaten Halmahera Timur.

"Ya, pasti saya minta nanti Deputi Stabilisasi (Bapanas Hermawan) untuk turun cek," ujar Amran di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (5/10).

Amran menegaskan lonjakan harga cabai harus segera ditindaklanjuti, terutama setelah harga komoditas tersebut menembus Rp100 ribu per kg di sejumlah daerah.

"Harus langsung ditindaklanjut (harga cabai melonjak)," kata Amran.

Harga Cabai Merah Tembus di Atas HAP

Kenaikan harga cabai tidak hanya terjadi di wilayah tertentu. Secara nasional, rata-rata harga cabai merah pada minggu pertama Oktober 2026 mencapai Rp63.913 per kg.

Angka tersebut melonjak 11,38% dibandingkan September 2026 dan telah melampaui batas atas Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen sebesar Rp55 ribu per kg.

BPS mencatat kenaikan harga cabai merah terjadi di 292 kabupaten/kota. Harga tertinggi tercatat di Kabupaten Halmahera Timur sebesar Rp193.333 per kg, disusul Kabupaten Nduga Rp174 ribu dan Kabupaten Intan Jaya Rp160 ribu per kg.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan harga cabai merah sudah menyebar luas. Bahkan, sebanyak 81,11% wilayah Indonesia tercatat mengalami kenaikan harga cabai merah.

Cabai Rawit Naik 10,21 Persen

Tekanan yang lebih tinggi juga terjadi pada cabai rawit. Rata-rata harga nasional komoditas tersebut mencapai Rp86.846 per kg pada minggu pertama Oktober 2026.

Harga itu meningkat 10,21% dibandingkan September 2026 dan berada jauh di atas batas atas HAP konsumen sebesar Rp57 ribu per kg.

Kenaikan harga cabai rawit terjadi di 259 kabupaten/kota. Harga tertinggi mencapai Rp200 ribu per kg di Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Nduga, sementara Kabupaten Halmahera Timur berada di posisi berikutnya dengan harga Rp193.333 per kg.

Secara nasional, sebanyak 71,94% wilayah Indonesia mengalami kenaikan harga cabai rawit.

Amran Soroti Harga Ayam

Selain cabai, Amran juga menyoroti harga daging ayam ras. Ia menemukan adanya kondisi ketika harga ayam di tingkat peternak justru mengalami penurunan, sementara harga yang dibayarkan konsumen masih tinggi.

Menurut Amran, perbedaan harga tersebut perlu ditelusuri untuk mengetahui penyebab tingginya harga di tingkat konsumen.

Ia akan meminta Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Agung Suganda turun langsung mengecek kondisi harga ayam di lapangan.

Amran menegaskan cabai dan ayam menjadi dua komoditas yang perlu mendapat perhatian pemerintah agar tidak terjadi ketimpangan harga antara produsen dan konsumen.

"Cabai, ayam, jangan sampai harga di tingkat konsumen tinggi padahal tingkat produsen rendah," kata Amran.

Pemerintah kini diminta bergerak cepat untuk merespons lonjakan harga cabai. Sebab, jika tidak segera ditangani, tekanan harga berpotensi berlanjut dan semakin membebani masyarakat, terutama menjelang periode ketika permintaan pangan biasanya meningkat.

Amran pun kembali meminta Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas segera menindaklanjuti kondisi tersebut dengan mengecek langsung perkembangan harga cabai di daerah. (cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement