ICOSTH 2026 UBBG Bahas Transformasi Digital dan Masa Depan Layanan Kesehatan


BANDA ACEH (Waspada.id): Ratusan mahasiswa dan dosen mengikuti International Conference on Science, Technology, and Healthcare (ICOSTH) 2026 yang digelar Fakultas Sains, Teknologi, dan Ilmu Kesehatan (FSTIK) Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh, 7–8 Oktober 2026.
Konferensi yang berlangsung di kampus UBBG tersebut menghadirkan akademisi dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand. Pembukaan berlangsung di Plenary Hall UBBG, Rabu (7/10/2026).
Rektor UBBG Prof. Dr. Hj. Lili Kasmini, S.Si., M.Si., membuka kegiatan tersebut. Ia mengajak peserta memanfaatkan konferensi sebagai ruang bertukar pengetahuan, memperluas kolaborasi, dan menghasilkan solusi bagi pengembangan layanan kesehatan.
"Marilah kita memanfaatkan konferensi ini sebagai wadah untuk bertukar pengetahuan, membangun kolaborasi, dan menciptakan berbagai solusi yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan layanan kesehatan di Aceh, Indonesia, dan dunia," ujar Lili.
ICOSTH 2026 menghadirkan sejumlah pembicara utama dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Mereka yakni Dr. Khadizah Haji Abdul Mumin dari Universiti Brunei Darussalam, Dr. Jalina binti Karim dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Maroning Useng, Ph.D., dari Thaksin University Thailand, Prof. Dr. Hj. Lili Kasmini, S.Si., M.Si., dari UBBG, serta Dr. Mik Salmina, M.Mat., dari UBBG.
Dr. Khadizah Haji Abdul Mumin menekankan pentingnya penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat. Ia juga mendorong perguruan tinggi memperkuat kolaborasi penelitian dan pendidikan lintas negara untuk mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan.
Sementara itu, Dr. Jalina binti Karim menyoroti pentingnya pembelajaran inovatif, kolaboratif, dan berbasis pengalaman dalam pendidikan tenaga kesehatan.
Menurutnya, Interprofessional Education (IPE) dan Simulation-Based Learning (SBL) dapat menjadi pendekatan penting dalam mempersiapkan mahasiswa keperawatan dan kebidanan menghadapi situasi klinis yang kompleks.
Melalui pembelajaran berbasis simulasi dan kolaborasi lintas profesi, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah.
Pembicara dari Thaksin University Thailand, Maroning Useng, Ph.D., membahas peluang pemanfaatan data science, kecerdasan buatan, dan teknologi digital dalam transformasi pendidikan serta pelayanan kesehatan.
Ia menjelaskan bahwa machine learning, data mining, sistem basis data, artificial intelligence, dan virtual reality dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengambilan keputusan, pengelolaan informasi, pengembangan pembelajaran, serta peningkatan efisiensi layanan kesehatan.
Lili Kasmini dalam paparannya juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi digital yang telah mengubah bidang kesehatan. Kecerdasan buatan, perangkat kesehatan pintar, platform digital, sistem data, dan realitas virtual kini semakin terintegrasi dalam layanan kesehatan dan pendidikan.
Menurutnya, perkembangan tersebut menuntut tenaga profesional kesehatan tidak hanya memiliki keterampilan klinis, tetapi juga kompetensi digital, kemampuan beradaptasi, serta komitmen terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dan beretika.
Dekan FSTIK UBBG Dr. Mik Salmina, M.Mat., yang juga menjadi keynote speaker, mengangkat tema “Mathematical Models as a Foundation for Technological Innovation: From Dynamic Systems to Digital Decision Support.”
Dalam paparannya, Mik Salmina memaparkan pemodelan dinamik Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi serta pengembangan prototipe aplikasi komputasi berbasis MATLAB yang diarahkan menuju aplikasi berbasis web sebagai bentuk hilirisasi riset matematika terapan.
Paparan tersebut menunjukkan potensi integrasi matematika, komputasi, dan teknologi digital dalam menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan untuk mendukung pengambilan keputusan. (id64)






















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda