Breaking News
Memuat breaking news...

Jalan Darurat Mbarung Dan Natam Lenyap, Dua Kecamatan Terisolir

Redaksi
Redaksi
Minggu, 27 September 2026 - 4.23 PM WIB
Jalan Darurat Mbarung Dan Natam Lenyap, Dua Kecamatan Terisolir
Jalan Darurat yang menghubungkan Mbarung kecamatan Babussalam-Kecamatan Lawe Alas, putus total dan telah menjadi aliran sungai Alas. Waspada.id/Seh Muhammad Amin
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

KUTACANE (Waspada.id): Dua kecamatan di Aceh Tenggara dilaporkan terisolir setelah jalan darurat Mbarung dan Natam-Darul Hasanah lenyap disapu banjir Sungai Alas.

Selain membuat jalan darurat Mbarung dan Natam putus total, banjir yang terjadi Minggu (26/9) dini hari akibat meluapnya Sungai Alas juga menyebabkan Kecamatan Darul Hasanah dan sebagian wilayah Kecamatan Lawe Alas terisolir.

Sebelumnya, Pemkab dan masyarakat Aceh Tenggara secara swadaya membangun jalan darurat menghubungkan Mbarung, Kecamatan Babussalam, dengan Kecamatan Lawe Alas serta jalan penghubung Natam, Kecamatan Badar-Darul Hasanah.

Tingginya debit air Sungai Alas pascaguyuran hujan lebat sepanjang sore Sabtu petang mengakibatkan jalan darurat yang sebelumnya bisa dilalui kendaraan roda dua, tiga, dan kendaraan roda empat lenyap disapu arus Sungai Alas.

Jalan darurat Natam, Kecamatan Badar-Tanjung, Kecamatan Darul Hasanah, Agara, putus total dan telah menjadi aliran Sungai Alas. Waspada.id/Seh Muhammad Amin.



Salihan Beruh, warga Tanjung, Kecamatan Darul Hasanah, mengaku bingung dan kesulitan pascahanyut dan lenyapnya jalan darurat Natam-Tanjung dan Mbarung-Kecamatan Lawe Alas.


Pasalnya, agar sampai ke Kota Kutacane saja, warga Darul Hasanah harus memutar jalan sejauh 15-20 km karena harus memutar lewat jembatan rangka baja Silayakh dan jembatan rangka baja Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe.

Sebelumnya, jika warga pengguna kendaraan roda empat ingin bepergian ke Kota Kutacane atau ke Kecamatan Badar, jaraknya terbilang dekat, cukup lewat jalan darurat Natam-Tanjung dan jalan darurat Mbarung-Kecamatan Lawe Alas.

Kendati jika menggunakan kendaraan roda dua bisa lewat jembatan gantung Mamas dan titi gantung Kumbang Jaya, Badar-Gulo, Darul Hasanah, namun sangat berisiko dan banyak warga belum terbiasa lewat jembatan gantung.

Sebab itu, Kecamatan Darul Hasanah dan sebagian desa di wilayah Kecamatan Lawe Alas terisolir karena putus dan lenyapnya jalan darurat Mbarung dan Natam-Tanjung.

Penuturan yang disampaikan M. Jalil, warga Kuta Batu, Kecamatan Lawe Alas, seraya menambahkan, putusnya jalan darurat Mbarung-Lawe Alas membuat siswa SMA 3 Kutacane dan siswa SMPN dari Kutacane tak bisa masuk sekolah.

Masalahnya, jalan darurat yang menjadi satu-satunya akses warga Lawe Alas menuju Kecamatan Babussalam telah menjadi aliran Sungai Alas.

Sebab itu, warga Kecamatan Lawe Alas dan warga Kecamatan Darul Hasanah meminta Pemkab Aceh Tenggara membantu warga dan siswa agar bisa menyeberangi Sungai Alas menuju sekolah dan kantor pemerintah di Kecamatan Babussalam serta menuju Kutacane, ibu kota Kabupaten Aceh Tenggara.

Kadis Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR), Sadli Desky, kepada Waspada.id, Minggu (26/9), membenarkan putusnya akses jalan menuju Kecamatan Lawe Alas dan Darul Hasanah. "Benar, dua jalan darurat itu putus dan lenyap akibat disapu banjir dan naiknya debit Sungai Alas," ujar Sadli Desky.

Terkait penanganan jalan darurat yang telah menjadi aliran Sungai Alas itu, Sadli mengatakan pihak Pemkab Agara tak bisa berbuat banyak. Masalahnya, curah hujan masih tinggi dan debit air Sungai Alas pun masih besar.

Karena itu, bila dipaksakan dikerjakan membuat jalan darurat saat ini, akan sia-sia karena debit Sungai Alas akan terus bertambah.

"Ini baru permulaan musim penghujan, namun bila telah memasuki puncaknya, jangankan badan, tapi jembatan rangka yang tersisa juga bisa amblas, bisa ambruk dihantam banjir arus Sungai Alas," tutup Kadis PUPR, Sadli Desky. (id79/id80)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement