Jalan Darurat Mbarung Putus, Warga Minta Pemkab Agara Sediakan Angkutan Sekolah

KUTACANE (Waspada.id):Masyarakat Kemukiman Biak Mentelang dan Desa Datuk Saudane meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menyediakan angkutan umum bagi pelajar, menyusul putus totalnya jalan darurat Mbarung.
Permintaan itu disampaikan lantaran siswa SD, SMP, dan SMA yang bersekolah ke arah Mbarung dan Kota Kutacane terkendala jarak tempuh yang jauh memutar lewat Jembatan Silayakh serta minimnya transportasi.
"Anak-anak sekolah sangat terkendala. Jaraknya jauh dan tidak ada transportasi lagi. Kami minta Bupati menyediakan angkutan, baik milik pemda, Polri, TNI, maupun unsur Forkopimda agar bahu-membahu membantu warga seberang," kata Abdul, 67, warga setempat kepada Waspada.id, Sabtu (3/10).
Ia menjelaskan, jalan darurat Mbarung putus total akibat banjir luapan Sungai Alas pada Minggu (26/9) lalu. Banjir tersebut juga menyebabkan akses menuju Kecamatan Lawe Alas terisolir.
Sebelumnya, jalan darurat tersebut dibangun secara swadaya oleh pemkab bersama masyarakat untuk menghubungkan Mbarung, Kecamatan Babussalam, dengan Kecamatan Lawe Alas.
Namun, tingginya debit Sungai Alas akibat hujan lebat pada Sabtu petang membuat jalan darurat yang sebelumnya dapat dilalui kendaraan roda dua, roda tiga, dan roda empat itu lenyap tersapu arus.
Warga berharap pemerintah segera mengambil kebijakan darurat sambil menunggu perbaikan jalan kembali.
Hingga berita ini dikirim, Bupati Aceh Tenggara belum berhasil dikonfirmasi.(id80)

















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda