Jembatan Putus di Mbarung Jadi Perhatian Satgas PRR

KUTACANE (Waspada.id): Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir di Aceh Tenggara menjadi perhatian pemerintah pusat.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh turun langsung mengevaluasi sejumlah titik terdampak, termasuk jembatan putus di Desa Mbarung, Kecamatan Babussalam, Sabtu (3/10).
Peninjauan dilakukan setelah Tim Satgas PRR mengikuti rapat evaluasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Ruang Rapat Bupati Aceh Tenggara.
Rapat dan peninjauan dihadiri Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry, SE, MM, Ketua DPRK Denny Febrian Roza, Dandim 0108/Agara Letkol Czi Arya Murdiantoro, Kapolres Agara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo, Sekda Yusrizal, Ketua Tim Monev Khusus Satgas PRR Kombes Wahyu Widiarsono, Kombes Suwito, Dadi Setiadi, perwakilan BNPB Dimas Dewandaru dari Kementerian PUPR, pimpinan OPD, dan para camat.

Bupati Salim Fakhry. Waspada/Seh Muhammad Amin
Bupati Salim Fakhry mengapresiasi perhatian pemerintah pusat melalui Satgas PRR yang turun langsung melihat kondisi Aceh Tenggara pascabanjir.
"Alhamdulillah, atas perintah Satgas PRR dari Bapak Menteri, dilakukan monitoring dan evaluasi khusus sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi Aceh Tenggara," ujar Bupati.
Menurutnya, kehadiran tim dari kepolisian, TNI, BNPB, dan unsur terkait penting untuk melihat langsung kondisi wilayah rawan banjir sekaligus merumuskan langkah penanganan ke depan.
"Jangan sampai kita lengah. Kita tetap harus waspada, terutama di daerah rawan banjir," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati meminta dukungan pemerintah pusat untuk penanganan darurat dan jangka panjang, salah satunya penambahan empat unit alat berat guna mempercepat penanganan material dan pembukaan akses terdampak bencana.
Selain itu, ia berharap pembangunan tanggul di sejumlah kawasan rawan banjir segera direalisasikan agar ancaman banjir dapat diminimalkan.
Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada TNI dan Polri yang terus mendampingi pemerintah daerah, baik saat bencana terjadi maupun dalam penanganan pascabencana.

Ketua Tim Monev Khusus Satgas PRR Aceh, Kombes Wahyu Widiarsono. Waspada/Seh Muhammad Amin
Sementara itu, Ketua Tim Monev Khusus Satgas PRR Aceh, Kombes Wahyu Widiarsono, mengatakan kunjungan lapangan dilakukan untuk melihat langsung kondisi infrastruktur dan dampak banjir sekaligus mencari langkah mengurangi risiko meluasnya bencana.
Ia mengaku prihatin melihat kondisi sejumlah infrastruktur yang terdampak, khususnya jembatan di Mbarung dan kawasan Jembatan Kuning yang memiliki peran vital bagi aktivitas masyarakat.
"Jembatan ini merupakan urat nadi masyarakat, baik untuk lalu lintas maupun kegiatan ekonomi. Kita berharap penanganannya segera direalisasikan," ujar Wahyu.
Usai rapat, tim Satgas PRR bersama jajaran Pemkab Aceh Tenggara langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak, termasuk jembatan putus di Desa Mbarung.
Peninjauan tersebut diharapkan menjadi langkah awal mempercepat penanganan infrastruktur pascabencana sekaligus memperkuat upaya perlindungan warga Aceh Tenggara dari ancaman banjir berulang. (id80)

















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda