Breaking News
Memuat breaking news...

JTP: Pertanian Jadi Kunci Percepatan Ekonomi Taput

Redaksi
Redaksi
Senin, 5 Oktober 2026 - 8.05 PM WIB
JTP: Pertanian Jadi Kunci Percepatan Ekonomi Taput
Bupati Taput Dr. Jonius T.P. Hutabarat, S.Si., M.Si., didampingi Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., bersama istri masing-masing foto bersama Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor, S.Sos., M.AP., Senin (5/10). Waspada.Id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TARUTUNG (Waspada.id): Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius T.P. Hutabarat, S.Si., M.Si., menegaskan sektor pertanian menjadi kunci percepatan pertumbuhan ekonomi sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tapanuli Utara.

Penegasan itu disampaikan Jonius saat menyampaikan pidato pada Upacara Puncak Peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Tapanuli Utara di Lapangan Serbaguna Tarutung, Senin (5/10).

Mengusung tema “Pertanian Berkelanjutan untuk Ekonomi Tapanuli Utara Maju”, peringatan Hari Jadi ke-81 Taput menjadi momentum evaluasi pembangunan sekaligus penegasan arah kebijakan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi ekonomi masyarakat.

Didampingi Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., Jonius mengatakan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan masih menjadi tulang punggung perekonomian Taput. Sektor tersebut memberikan kontribusi 42,88 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dengan nilai sekitar Rp5,44 triliun.

“Membangun Tapanuli Utara berarti membangun pertaniannya. Memperkuat ekonomi Tapanuli Utara berarti memperkuat petani dan pelaku usaha di sektor pertanian,” tegasnya.

Menurut Jonius, pembangunan pertanian tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi harus mampu meningkatkan nilai tambah, pendapatan dan kesejahteraan petani.

Salah satu program yang terus didorong adalah pengembangan kopi Arabika melalui penanaman di lahan seluas 845 hektare sebagai bagian dari program 2,2 juta bibit kopi.

Pemkab Taput juga mengembangkan Kawasan Pertanian Terpadu Sijaba seluas 50 hektare dengan konsep zero waste. Kawasan tersebut diharapkan menjadi model pertanian produktif yang mengintegrasikan berbagai sektor sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.

Dukungan terhadap petani juga dilakukan melalui penyaluran 525 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) senilai Rp12,96 miliar. Selain itu, sebanyak 131 akta notaris badan hukum diberikan secara gratis kepada kelompok tani.

Percepat Pemulihan

Di luar sektor pertanian, Pemkab Taput terus mempercepat pembangunan infrastruktur dan pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi.

Sebanyak 25 jembatan dibangun melalui kolaborasi dengan TNI, Polri dan Yayasan Buddha Tzu Chi. Pemerintah daerah juga membangun 40 unit Hunian Sementara (Huntara) dan 161 unit Hunian Tetap (Huntap) di Kecamatan Adiankoting.

Di bidang pendidikan, Pemkab Taput meluncurkan program Tapasada Academy atau Satu Sarjana Dalam Keluarga. Dukungan bagi mahasiswa berprestasi juga diberikan melalui dana CSR lebih dari Rp523 juta kepada 720 mahasiswa.

Jonius turut mengapresiasi putra-putri Taput yang berhasil melanjutkan pendidikan ke sekolah unggulan nasional maupun perguruan tinggi luar negeri, di antaranya University of Texas, Amerika Serikat, dan Kazan Federal University, Rusia.

Di bidang kesehatan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) Taput telah mencapai 98,8 persen. Pemkab Taput juga telah meresmikan layanan Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Kateterisasi Jantung (Cath Lab) di RSUD Tarutung.

Sementara itu, pemerintah daerah mempersiapkan pengoperasian Mal Pelayanan Publik (MPP) di Eks Gedung Nasional Tarutung untuk meningkatkan kemudahan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam tata kelola pemerintahan, Taput kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut. Pemkab Taput juga meraih predikat “B” dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi dari Kementerian PAN-RB.

Dapat Dukungan Rp127 Miliar

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor, S.Sos., M.AP., yang hadir mewakili Gubernur Sumut, mengapresiasi berbagai capaian pembangunan di Tapanuli Utara.

Ia mengatakan Pemprov Sumut akan terus memperkuat sinergi dengan Pemkab Taput dalam mempercepat pembangunan daerah.

Untuk 2026, Pemprov Sumut mengalokasikan dukungan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp127 miliar bagi Kabupaten Tapanuli Utara. Dukungan tersebut diarahkan untuk pembangunan berbagai sektor, antara lain infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan peningkatan perekonomian masyarakat.

Puncak peringatan Hari Jadi ke-81 Taput turut dihadiri sejumlah mantan Bupati Taput, di antaranya Lundu Panjaitan, Bupati Taput periode 1989–1994, dan Dr. R.E. Nainggolan.

Hadir pula mantan Sekda Sanggam Hutagalung, unsur Forkopimda, anggota DPRD Sumut dan Taput, pimpinan BUMN/BUMD, tokoh adat, tokoh agama serta ribuan masyarakat.

Mewakili mantan pimpinan daerah, Lundu Panjaitan berharap momentum Hari Jadi ke-81 menjadi energi baru bagi pembangunan Taput.

“Semoga melalui momentum peringatan Hari Jadi ke-81 ini, Kabupaten Tapanuli Utara semakin maju, mandiri, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Jonius mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat kebersamaan, gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai modal penting membangun daerah.

“Dengan kebersamaan, sinergi, dan gotong royong, mari kita bersama-sama menjemput cita-cita Kabupaten Tapanuli Utara yang semakin maju, makmur, dan sejahtera. Sai horas ma sude rakyat Tapanuli Utara,” pungkasnya.

Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Taput kemudian dimeriahkan parade defile perwakilan kecamatan se-Tapanuli Utara. Setiap kontingen menampilkan berbagai komoditas hasil bumi unggulan dan produk UMKM lokal.

Pesta rakyat ditutup dengan penampilan Marsada Band yang menghibur jajaran pemerintah daerah dan ribuan masyarakat di Lapangan Serbaguna Tarutung.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemkab Taput juga menyerahkan berbagai penghargaan dan bantuan, di antaranya penghargaan kepada desa berprestasi, tokoh inspiratif daerah, bantuan Program Kemitraan PT Bank Sumut Tahun 2026 senilai Rp249.257.117, legalisasi badan hukum kelompok tani, serta Sertifikat Indikasi Geografis (IG) Tenun Ulos Ragi Idup Silindung Tapanuli Utara.

Kemeriahan semakin terasa dengan atraksi seruling massal yang melibatkan 650 pelajar SD dan SMP se-Kabupaten Tapanuli Utara sebagai bagian dari upaya melestarikan seni dan budaya daerah.(id31)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement